Banner
Banner
Banner
Banner
Banner
Banner

Komentar Sahabat

Muqadimah Fiqh
Assalamu alaikum warahmatullahi wabarakatuh. Alham...
Nikah Mut'ah (Kawin ...
Benar atau salah, biarlah Alloh swt yang memutuska...
Nikah Mut'ah (Kawin ...
abu abbas: ... nt tau apa tentang nikah misyar?? ...
Nikah Mut'ah (Kawin ...
apa ada kawin kontrak
Nikah Mut'ah (Kawin ...
nt tau apa tentang nikah misyar?? nt kira nikah mi...
Tafakur
Sukses Menurut Al-Qur'an PDF Print E-mail
(3 votes, average: 3.33 out of 5)
Sunday, 15 November 2009 17:15

 
Saiful Mustofa*
 


"Setiap amal perbuatan baik kita harus didasarkan pada hati yang ikhlas karena Allah SWT, kalau perlu harus disembunyikan dari sepengetahuan orang lain, ibarat tangan kanan berbuat tapi tangan kiri tidak mengetahui ini semata-mata untuk menghindari pujian sana sini, tentu hal ini sangat berat karena banyak manusia sekarang ini yang mempunyai watak sebaliknya yaitu haus akan rasa pujian"

بسم الله الرحمن الرحيم

الحمد لله والشكر لله على نعمه غير المتعددة

اللهم صل وسلم وبارك على سيدنا محمد صادق الوعد الأمين

وعلى جميع الأنبياء والمرسلين وعلى آله وصحبه أجمعين أما بعد.

S
egala puji syukur kami panjatkan ke hadlirat Allah SWT dengan harapan semoga tulisan singkat ini mampu memberi pencerahan dan manfaat bagi pembaca. Sholawat dan salam semoga tetap terlimpahkan kepada junjungan kita Nabi Besar Muhammad SAW beserta keluarga, para sahabat serta siapa saja yang mengikuti jejaknya hingga hari kiamat termasuk pembaca budiman dimanapun berada.

Salah satu tolak ukur keberhasilan seseorang menurut al-Qur'an adalah "amal sholeh", sejauh mana seseorang bisa berbuat, berkarya, bekerja, memberi manfaat dan memberi konstribusi untuk orang lain. Kata amal sholeh ini ditulis berulang-ulang dalam al-qur'an, kalimat yang disebut berulang-ulang dalam al-qur'an menunjukan bahwa hal itu sangat penting sekali untuk diperhatikan, direnungkan dan dikerjakan  oleh manusia dalam kehidupannya sehari-hari. Diantaranya dalam surat  al-Mu'minun:51 Allah SWT menganjurkan agar manusia memakan makanan yang halal dan berbuat buat baik kepada semua makhluq hidup.

يا أيها الرسل كلوا من الطيبات واعملوا صالحا إني بما تعملون عليم

Artinya, "Hai Rasul-rasul, makanlah dari makanan yang baik-baik, dan kerjakanlah amal saleh, sesungguhnya Aku Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan".

Dalam surat al-An'am:135 Allah SWT menganjurkan manusia agar berbuat sekuat tenaga

قل يا قوم اعملوا على مكانتكم إني عامل فسوف تعلمون

من تكون له عاقبة الدار إنه لايفلح الظالمون

Artinya, "Katakanlah: Hai kaumku, berbuatlah sepenuh kemampuanmu, sesungguhnya akupun berbuat pula. Kelak kamu akan mengetahui siapakah (diantara kita) yang akan memperoleh hasil yang baik dari dunia ini, sesungguhnya orang-orang yang zalim itu tidak akan mendapatkan keberuntungan".

Dalam surat Saba':11 juga dijelaskan:

أن اعمل سابغات وقدر في السرد واعملوا صالحا

إني بما تعملون بصير

Artinya: "(yaitu) buatlah baju besi yang besar-besar dan ukurlah anyamannya; dan kerjakanlah amalan yang saleh. Sesungguhnya Aku melihat apa yang kamu kerjakan".

Amal sholeh atau yang biasa kita sebut 'berbuat baik' bisa lakukan dimana saja, kapan saja dan oleh siapa saja, kita beramal sholeh sesuai profesi dan pekerjaan kita masing-masing tidak harus dipublikasikan, artinya setiap amal perbuatan baik kita harus didasarkan pada hati yang ikhlas karena Allah SWT, kalau perlu harus disembunyikan dari sepengetahuan orang lain, ibarat tangan kanan berbuat tapi tangan kiri tidak mengetahui ini semata-mata untuk menghindari pujian sana sini, tentu hal ini sangat berat karena banyak manusia sekarang ini yang mempunyai watak sebaliknya yaitu haus akan rasa pujian.

Surga itu tidak murah, ia harus dibeli dengan kerja nyata...! Tidak cukup kamu hanya mengumpulkan teori, mempelajari ilmu dan memenuhi kepalamu dengan ribuan buku. Itu hanya sekedar dongeng di kepala jika tidak kau ejawantahkan dalam bentuk karya nyata, melakukan perbuatan untuk kemaslahatan manusia

Dalam tulisan ini saya akan bercerita tentang seorang guru spiritual yang sekaligus seorang pelukis yang hidup dipinggiran kota, jauh dari sorotan publik, enggan dipuji, tapi amal kerjanya nyata untuk kemanusiaan, beliau berbuat baik sesuai dengan profesinya yaitu sebagai pelukis kaligrafi. Saat galerinya belum terbakar, ia melukis kaligrafi dan menyebut dirinya seniman merdeka. Terlalu banyak di Indonesia ini, orang yang masih disembunyikan oleh Allah SWT. Jika kemudian kita tidak kenal, sesungguhnya hal itu wajar. Ia jauh dari publisitas media, jauh dari riuh-rendahnya gemerlap dunia, jauh dari hiruk-pikuknya politik dan memang ia tidak sedia diekspos di media massa. "Orang akan kenal aku setelah aku mati" begitu katanya. Pada suatu hari beliau menjual lukisannya dengan harga tinggi, harga lukisan yang ia bandrol kisaran satu milyar hingga enam milyar. Tidak realistis... ! Banyak orang berpikir begitu, tapi beliau menampik anggapan orang kalau harga lukisannya dijual terlalu tinggi, lalu beliau berkata, "di dalam bumi Indonesia ini ada banyak kandungan benda yang dulupun orang berpikir tidak mungkin bisa dijual, sampai Amerika (Exxon Mobile misalnya) datang dan mengelola tanah itu, lalu laku dipasarkan, karena mereka mampu melakukannya dan kita tidak. Benda itu berupa; minyak, biji besi, timah,  batubara, perak, emas dan hasil tambang lainnya .Hanya karena kita tidak tahu cara mengelolanya kemudian mengatakan tidak realistis, betapa piciknya kita. Apa saja yang ada di bawah bumi Allah ini semuanya mungkin, semuanya realistis, jangan tergesa-gesa untuk bilang realistis dan tidak realistis. Karena itu harga lukisan saya yang segitu saja bagi saya amatlah realistis... Saya tidak menjual lukisan saya kepada mereka yang tidak punya uang. Saya menjual lukisan itu kepada mereka yang bingung membelanjakan uangnya, karena berlebih...!" beliau tidak mengada-ada dengan omongannya ternyata lukisan itu laku terjual dengan harga fantastis, dan sebagian besar uang hasil lukisan itu diinfaqkan ke pendidikan, pesantren, anak yatim, faqir miskin dan untuk kerja kemanusiaan, hingga musibah itu datang  galerinya dibakar orang. Saat ini ia masih melukis, namun lebih banyak waktunya habis untuk kerja kemanusiaan. Ia melukis hati manusia dengan cinta, kanvasnya alam semesta, penikmatnya Allah Subhanahu Wata'ala.

Pada suatu malam dalam diskusi yang panjang beliau memberikan pencerahan amat penting yang membuat orang disekelilingnya terhentak kaget, salah satu pernyataan beliau " Sampeyan tau..! Surga itu tidak murah, ia harus dibeli dengan kerja nyata...! Tidak cukup kamu hanya mengumpulkan teori, mempelajari ilmu dan memenuhi kepalamu dengan ribuan buku. Itu hanya sekedar dongeng di kepala jika tidak kau ejawantahkan dalam bentuk karya nyata, melakukan perbuatan untuk kemaslahatan manusia. Allah tidak menilai seberapa ilmu yang telah engkau kuasai. Tapi Allah menghitung dan menghisab apa yang telah kau lakukan dengan hidupmu untuk kesejahteraan manusia. Jangan sempit dan terkotakan dengan ilmu kita sendiri,  yang ujung-ujungnya menjadi picik, sehingga tidak lahir perbuatan nyata dari Ilmu itu, di negeri ini terlalu banyak orang pintar, tapi mereka tidak berbuat apa-apa dan tidak membuahkan apa-apa dari ilmu itu. Berbuatlah..!  Berkaryalah..! Bekerjalah..! untuk kemanusian karena Allah sungguh sedang menyaksikan kita, yaitu sebuah perbuatan yang akan menjadi tabungan kita kelak ketika tiba saatnya kita menghadap keharibaanNYA. Hal ini merupakan jawaban atas pertanyaan kelak "apa yang telah kau lakukan di dunia dengan hidup yang AKU anugerahkan kepadamu..?" Bekerja, berbuat dan berkaryalah untuk orang lain; itulah yang Allah maksud dengan "wa 'amilus sholihaati." Begitulah beliau berceramah dengan nada agak tinggi dan suaranya bergetar penuh makna.

Beliau hidup dalam kesederhanaan, kesahajaan, rendah diri, prilakunya sopan, tutur katanyapun santun tidak pernah menyinggung perasaan orang, tidak adigang adigung adiguno meski ia bergelimang uang dari hasil penjualan lukisan kaligrafinya. Ia dirikan masjid, mushola, membuat sumur, menyembelih kurban, mengusap rambut anak yatim, bercengkrama bersama kaum dhuafa' di pelosok-pelosok negeri ini, melakukan perkerjaan medis, sunnatan masal, nikah masal, membagi uang dan lain sebagainya. Sebuah kerja nyata kemanusiaan yang sudah ia lakukan semenjak tujuh belas tahun silam. Jauh lebih lama dari Dompet Dhua'afanya Republika. Jauh lebih nyata dari apa yang dilakukan oleh lembaga pelatihan kecerdasan & spritual manapun. Subhanallah...

Inilah yang dimaksud "sebaik-baik manusia adalah orang yang paling banyak memberi manfaat untuk orang lain", jujur saja perasaan hati yang paling senang dan gembira adalah ketika kita bisa memberi sesuatu kepada orang lain yang membutuhkan, berbagi  sesuatu. Jika hal ini dilakukan banyak orang sungguh indahnya hidup ini,  salah satu pintu untuk meraih kebahagian didunia & di akhirat yang digambarkan dalam al-Qur'an diberbagai ayatnya. Pertanyaannya sekarang, konstribusi apa yang sudah kita berikan untuk kemaslahatan orang lain, dengan skala yang lebih luas untuk Bangsa dan Negara?. Jawabannya silakan pembaca yang budiman bertanya pada diri sendiri...Semoga kita bisa mengambil hikmah dan pelajaran dari tulisan singkat ini. Allahu A'lam ...

Dosen di UIN Maulana Malik Ibrahim Malang



Tambahkan artikel ini pada website Social Bookmarking favorit anda
Reddit! Del.icio.us! Mixx! Free and Open Source Software News Google! Live! Facebook! StumbleUpon! Yahoo! Free Joomla PHP extensions, software, information and tutorials.
Last Updated ( Wednesday, 18 November 2009 14:16 )
 
More Articles...
<< Start < Prev 1 2 3 4 5 Next > End >>

Page 1 of 5