Banner
Banner
Banner
Banner
Banner
Banner

Komentar Sahabat

Muqadimah Fiqh
Assalamu alaikum warahmatullahi wabarakatuh. Alham...
Nikah Mut'ah (Kawin ...
Benar atau salah, biarlah Alloh swt yang memutuska...
Nikah Mut'ah (Kawin ...
abu abbas: ... nt tau apa tentang nikah misyar?? ...
Nikah Mut'ah (Kawin ...
apa ada kawin kontrak
Nikah Mut'ah (Kawin ...
nt tau apa tentang nikah misyar?? nt kira nikah mi...
Home Kajian Tarikh Nabi Dakwah Terbuka
Dakwah Terbuka PDF Print E-mail
(2 votes, average: 4.50 out of 5)
Thursday, 06 August 2009 14:35

 
Oleh : Abdurrahman Wahid*
 



Langkah dakwah selanjutnya yang diambil oleh Rasulullah adalah menyeru masyarakat umum. Nabi mulai menyeru segenap lapisan masyarakat kepada Islam dengan terang-terangan, baik golongan bangsawan maupun hamba sahaya.

S
etelah beberapa lama dakwah dilaksanakan secara individual turunlah perintah agar Nabi menjalankan dakwah secara terbuka. Yaitu dengan turunnya surat Asy-syura ayat 214 yang berbunyi : " Dan berilah peringatan kepada kerabat-kerabatnya yang terdek at ".

Langkah pertama yang beliau lakukan adalah dengan menyeru dan mengundang kerabat-kerabatnya dari Bani Hasyim. Beliau berkata : '' Segala puji bagi Allah dan aku memuji-Nya, memohon pertologan, percaya dan tawakal kepada-Nya. Aku bersaksi bahwa tiada Ilah selain Allah semata yang tiada sekutu bagi-Nya. Sesungguhnya seorang pemandu itu tidak akan mendustakan keluarganya. Demi Allah yang tiada ilah selain Dia. Demi Allah kalian akan mati layaknya sedang tidur nyenyak dan akan dibangkitkan lagi layaknya bangun tidur. Kalian akan dihisab terhadap apapun yang kalian perbuat, lalu disana ada surga yang abadi dan neraka yang abadi pula ". Kemudian Rasulullah mengajak kepada Bani hasyim untuk mendukung dakwahnya tetapi mereka menolak kecuali Abu Thalib, bahkan Abu lahab berkata : " Demi Allah ini adalah buruk. Ambillah tindakan terhadap dirinya sebelum orang lain yang melakukannya". ( lihat Fiqhus-sirah Ibnu-atsir hal 77-78 ).

Setelah beliau menyeru keluarganya, dan mendapatkan dukungan dari Abu Thalib, kemudian beliau mengajak masyarakat Arab, hal ini dilakukan dalam rangka melaksanakan perintah Allah dalam surat Al-Hijr ayat 94 yang berbunyi : " Maka sampaikanlah olehmu secara terang-terangan segala apa yang diperintahkan (kepadamu) dan berpalinglah dari orang-orang yang musyrik ".

Imam Bukhari meriwayatkan sebagian dari kisah ini dari Ibnu Abbas, dia berkata : "Tatkala turun ayat , ""Dan berilah peringatan kepada kerabat-kerabatnya yang terdekat ". maka Rasulullah naik ke bukit Shafa lalu berseru , " Wahai Bani Fihr, wahai Bani 'Ady .... !". Yang ditujukan kepada semua suku Quraisy sehingga mereka berkumpul. Kemudian beliau bertanya : " Apa pendapat kalian jika kukabarkan bahwa dilembah ini ada pasukan kuda yang mengepung kalian, apakah kalian percaya kepadaku ?". Mereka menjawab : " Benar, kami tidak pernah mempunyai pengalaman bersama engkau kcuali kejujuran". Beliau bersabda : " Sesungguhnya aku memberi peringatan kepada kalian sebelum datangnya adzab yang pedih ". Lalu Abu Lahab berkata : " Celakalah engkau untuk selama-lamanya, untuk inikah engkau mengumpulkan kami ?". Kemudian Allah menurunkan Ayat : " Binasalah kedua tangan Abu Lahab dan Sesungguhnya Dia akan binasa ". (Q.S Al-Lahab : 1).

Langkah dakwah selanjutnya yang diambil oleh Rasulullah adalah menyeru masyarakat umum. Nabi mulai menyeru segenap lapisan masyarakat kepada Islam dengan terang-terangan, baik golongan bangsawan maupun hamba sahaya. Mula-mula ia menyeru penduduk Mekah, kemudian penduduk negeri-negeri lain. Di samping itu, ia juga menyeru orang-orang yang datang ke Mekah, dari berbagai negeri untuk mengerjakan haji. Kegiatan dakwah dijalankannya tanpa mengenal lelah. Dengan usahanya yang gigih, hasil yang diharapkan mulai terlihat.

Jumlah pengikut Nabi yang tadinya hanya belasan orang, makin hari makin bertambah. Mereka terutama terdiri dari kaum wanita, budak, pekerja, dan orang-orang yang tak punya. Meskipun kebanyakan mereka adalah orang-orang yang lemah, namun semangat mereka sungguh membaja.

Setelah dakwah dilakukan secara terang-terangan, pemimpin Quraisy mulai berusaha menghalangi dakwah Rasul. Semakin bertambahnya jumlah pengikut Nabi semakin keras tantangan dilancarkan kaum Quraisy. Dalam beberapa sumber menyebutkan ada beberapa faktor mengapa kaum Quraisy menghalangi dakwah Nabi, diantaranya :

1.        Mereka tidak dapat membedakan antara kenabian dan kekuasaan. Mereka mengira bahwa tunduk kepada seruan Muhammad berarti tunduk kepada kepemimpinan Bani Abdul Muthalib. Yang terakhir ini sangat tidak mereka inginkan.

2.        Nabi Muhammad menyerukan persamaan hak antara bangsawan dan hamba sahaya. Hal ini tidak disukai Quraisy.

3.        Para pemimpin Quraisy dan kaum bangsawan tidak bisa menerima ajaran tentang kebangkitan kembali dan pembalasan di akhirat.

4.        Taklid kepada nenek moyang adalah kebiasaan yang telah mengakar pada bangsa Arab.

5.        Pemahat dan penjual patung memandang Islam sebagai penghalang rezeki.

 

Kaum Qurais mengirim utusan kepada Abu Thalib

Awalnya mereka mengira bahwa kekuatan Nabi terletak pada perlindungan dan pembelaan Abu Thalib yang amat disegani itu. Karena itu mereka menyusun siasat untuk melepaskan hubungan Nabi dengan Abu Thalib,  mereka mengancamnya dengan mengatakan : " Kami minta Anda memilih satu di antara dua: Memerintahkan Muhammad berhenti dari dakwahnya atau Anda menyerahkannya kepada kami. Dengan demikian, Anda akan terhindar dari kesulitan yang tidak diinginkan ".

Nampaknya Abu Thalib cukup terpengaruh dengan ancaman tersebut sehingga ia mengharapkan Muhammad menghentikan dakwahnya. Namun, Nabi menolak dengan mengatakan : " Demi Allah saya tidak akan berhenti memperjuangkan amanat Allah ini, walaupun seluruh anggota keluarga dan sanak saudara akan mengucilkan saya ".

Abu Thalib sangat terharu mendengar jawaban kemenakannya, kemudian berkata: "Teruskanlah, demi Allah aku akan terus membelamu".

Merasa gagal dengan cara ini, kaum Quraisy kemudian mengutus Walid ibn Mughirah dengan membawa Umarah ibn Walid, seorang pemuda yang gagah dan tampan untuk ditukar dengan Nabi Muhammad. Walid bin Mughirah berkata kepada Abu Thalib: " Ambillah dia menjadi anak Saudara, tetapi serahkan Muhammad kepada kami untuk kami bunuh ". Usul ini tentu saja ditolak keras oleh Abu Thalib.

Utusan Quraisy kepada Nabi Muhammad

Tahap selanjutnya mereka mendatangi langsung Nabi Muhammad. Mereka mengutus Utbah ibn Rabiah, seorang ahli retorika, untuk membujuk Nabi. Mereka menawarkan tahta, wanita, dan harta asalkan Nabi Muhammad bersedia menghentikan dakwahnya. Semua tawaran itu ditolak Muhammad dengan mengatakan : " Demi Allah, biarpun mereka meletakkan matahari di tangan kananku dan bulan di tangan kiriku, aku tidak akan berhenti melakukan ini, hingga agama ini menang atau aku binasa karena­nya ".

Setelah cara-cara diplomatik dan bujuk rayu yang dilakukan oleh kaum Quraisy gagal, tindakan-tindakan kekerasan secara fisik yang sebelumnya sudah dilakukan semakin ditingkatkan. Tindakan kekerasan itu lebih intensif dilaksanakan setelah mereka mengetahui bahwa di lingkungan rumah tangga mereka sendiri sudah ada yang masuk Islam.

Budak-budak yang selama ini mereka anggap sebagai harta, sekarang sudah ada yang masuk Islam dan mempunyai kepercayaan yang berbeda dengan tuan mereka. Budak-budak itu disiksa tuannya dengan sangat kejam. Para pemimpin Quraisy juga mengharuskan setiap keluarga untuk menyiksa anggota keluarganya yang masuk Islam sampai dia murtad kembali.

 

Beberapa cara untuk menghadang dakwah

Kaum Quraisy berupaya sekuat tenaga untuk menghalangi dakwah Rasulullah dengan berbagai cara, diantaranya :

1.        Ejekan, penghinaan, olok-olokan dan penertawaan. Hal ini mereka maksudkan untuk melecehkan orang-orang muslim dan menggembosi mental mereka. Mereka mengejek dan menuduh Nabi sebagai orang gila, sebagaimana firman Allah : " mereka berkata: " Hai orang yang diturunkan Al Quran kepadanya, Sesungguhnya kamu benar-benar orang yang gila ". (QS. Al-Hir : 6). Mereka juga menuduh Nabi sebagai pendusta, tukang sihir dan ejekan-ejekan yag lainnya.

2.        Mencela ajaran yang dibawa oleh Rasulullah, membangkitkan keragu-raguan, menyebarkan anggapan bahwa ajaran-ajaran beliau berasal dari diri beliau. Diantaranya mereka mengejek Al-Quran sebagaimana Firman Allah : " dan orang-orang kafir berkata: "Al Quran ini tidak lain hanyalah kebohongan yang diada-adakan oleh Muhammad dan Dia dibantu oleh kaum yang lain. Maka Sesungguhnya mereka telah berbuat suatu kezaliman dan Dusta yang besar. Dan mereka berkata: "Dongengan-dongengan orang-orang dahulu, dimintanya supaya dituliskan, Maka dibacakanlah dongengan itu kepadanya Setiap pagi dan petang.". (QS AL-Furqan : 4-5)

3.        Melawan Al-Quran dengan dongeng orang-orang dahulu dan menyibukkan manusia dengan dongeng-dongeng itu.

4.        Menyodorkan beberapa bentuk penawaran sehingga dengannya mereka berusaha untuk mempertemukan Islam dan Jahiliyyah di tengah jalan.

5.        Siksaan kepada Rasulullah dan para Shahabat.



Referensi

1 -  Shahih Bukhari

2 - Sejarah Hidup dan perjuangan Rasulullah disarikan dari Ar-Rahiqul-Makhtum karya Syeikh Shafiyurrahman Mubarakfury

3-  Fiqhus Sirah An-Nabawiyah karya Muhammad Sa'id Ramadhan Al-Buthy

 

* Mahasiswa S2, jurusan Fiqh&Ushul King Saud University, Riyadh.



Tambahkan artikel ini pada website Social Bookmarking favorit anda
Reddit! Del.icio.us! Mixx! Free and Open Source Software News Google! Live! Facebook! StumbleUpon! Yahoo! Free Joomla PHP extensions, software, information and tutorials.
Trackback(0)
Komentar (0)add comment

Tulis komentar.
kecilkan | besarkan

busy
Last Updated ( Thursday, 06 August 2009 15:15 )