Sirah Nabi memiliki keistimewaan yang sangat banyak sekali bagi siapa saja yang mengkajinya, yang memberikan kepuasan dari sisi rohani, akal dan nilai sejarah. Diantara keistimewaan sirah Nabi adalah :
1. Sirah Nabi merupakan sejarah yang menceritakan tentang sosok seorang utusan Allah ataupun merupakan sejarah seorang tokoh revolusioner kebaikan yang paling shahih (benar), karena sejarah beliau kita terima dari sumber-sumber yang benar, terjaga dari penyimpangan dan penyelewengan sehingga tidak diragukan lagi kebenarannya. Para ulama sepanjang sejarah telah mempertahankan keaslian sirah ini dengan mempertahankan urutan sanad secara ketat. Ketat dalam arti bahwa para perawi sirah ini harus mempunyai kejujuran yang tinggi, dan diantara mereka harus sambung menyambung tanpa putus.
2. Kehidupan Rasulullah pada setiap masanya sangat jelas dan lengkap. Mulai dari pernikahan ayahnya Abdullah bin Abdul Muthalib dengan ibunya Aminah sampai beliau wafat. Kita mengetahui dengan jelas dan detail tentang kelahiran, masa kecil, masa remaja, mata pencaharian Rasulullah sebelum diangkat menjadi Nabi dan Rasul serta perjalanan yang pernah beliau lakukan di luar kota Makkah sehingga belaiu diangkat menjadi utusan Allah. Dan kita bisa mengetahui lebih detail dan jelas lagi tentang peristiwa-peristiwa setelah beliau diangkat menjadi utusan Allah.
Ini menunjukkan bahwa sejarah beliau sangat jelas sejelas matahari di siang hari.
Berbeda dengan periwayatan nabi-nabi sebelumnya, kita kesulitan untuk menemukan kisah yang lengkap tentang mereka. Misalnya mengenai masa kecil seorang nabi sebelum Muhammad dan seterusnya. Kalaupun ada sebagaimana yang terdapat dalam buku Injil - seringkali periwayatannya sulit dipertanggung-jawabkan keasliannya, bahkan kerap menodai derajat kenabian mereka yang pada dasarnya identik dengan kesucian dan kemuliaan akhlak.
3. Sirah rasulullah menceritakan perjalanan seorang manusia yang dimuliakan oleh Allah dengan risalah-Nya, akan tetapi tidak mengeluarkan beliau dari sifat kemanusiaannya. Kehidupan beliau sedikitpun tidak disertai dengan dongeng-dongeng ataupun sifat ketuhanan. Hal ini supaya pengikutnya bisa mengikuti apa yang telah dicontohkan oleh Rasulullah, Allah berfirman : " Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan Dia banyak menyebut Allah ". (QS Al-Ahzab : 21).
4. Sirah Rasulullah meliputi seluruh aspek kehidupan manusia. Ia menceritakan tentang kehidupan pemuda yang amanah dan berakhlak mulia sebelum diutus menjadi Nabi dan Rasul, seorang da'I yang menggunakan berbagai media supaya bisa diterima oleh masyarakat, seorang kepala Negara yang adil, seorang suami dan ayah yang sangat kasih sayang terhadap keluarganya dan lain sebagainya.
Singkat kata bahwa sirah rasulullah mencakup seluruh aspek kehidupan manusia.
Hal ini menjadikan contoh untuk para da'I, pedagang, kepala Negara, suami, ayah, teman, guru dan lain sebagainya.
5. Sirah Rasulullah merupakan satu satunya sirah yang memberikan bukti akan kebenaran kenabian dan kerasulannya. Ia merupakan sejarah seorang manusia yang sempurna.
Sumber Rujukan Sirah Rasulullah
Secara umum dapat disebutkan di sini bahwa sumber dan rujukan Sirah Nabawiyah ada tiga: Kitabullah (Al-Qur’an), Sunnah Nabawiyah yang shahih, Syair Arab pada zaman Rasulullah dan kitab-kitab sirah.
Al-quran merupakan kitab yang paling dipercayai akan kebenarannya di muka bumi, maka sebagai manusia yang diberikan akal pikiran tidak sepatutnya meragukan kebenaran sejarah Rasulullah. Oleh karena itu maka semua peristiwa sejarah yang disebutkan di Al-quran merupakan sumber sirah yang paling shahih. Al-quran merupakan sumber segala ilmu, termasuk didalamnya sirah Nabi. Ia mengemukakan Sirah Nabawiyah dengan menggunakan salah satu dari uslub (metode) berikut :
- Pertama, mengemukakan sebagian kejadian dari kehidupan dan sirah-nya, seperti ayat-ayat yang menjelaskan tentang Perang Badar, Uhud, Khandaq, dan Hunain, serta ayat-ayat yang mengisahkan perkawinan dengan Zainab binti Jahsyi.
- Kedua, mengomentari kasus-kasus dan peristiwa-peristiwa yang terjadi untuk menjawab masalah-masalah yang timbul, mengungkapkan masalah yang belum jelas, atau untuk menarik perhatian kaum Muslimin kepada pelajaran dan nasihat yang terkandung di dalamnya. Semua itu berkaitan dengan salah satu aspek dari sirah-nya atau permasalahannya. Dengan demikian, hal itu telah menjelaskan banyak hal dari berbagai periode kehidupannya dan beragam urusan serta aktivitasnya.
Ringkasnya, Al-quran banyak menceritakan sejarah perjalanan Rasulullah akan tetapi, walaupun demikian Al-quran tidak menyebutkan sejarah kehidupan rasulullah secara detail, tetapi menyebutkan secara ringkas saja. Seperti ketika menyebutkan kisah peperangan maka tidak menyebutkan berapa jumlah kaum muslimin, sebab terjadinya dan lain sebagainya.
2. Sunnah nabawiyyah yang Shahih
Yakni apa yang terkandung di dalam kitab-kitab para imam hadits yang terkenal jujur dan amanah, seperti kitab-kitab yang enam, Muwaththa’ Imam Malik dan Musnad Imam Ahmad. Sumber kedua ini lebih luas dan lebih rinci, hanya saja belum tersusun secara urut dan sistematis dalam memberikan gambaran kehidupan Rasulullah. sejak lahir hingga wafat. Hal ini disebabkan oleh dua hal.
- Pertama, sebagian besar kitab-kitab ini disusun haditsnya berdasarkan bab-bab fiqh atau sesuai dengan satuan pembahasan yang terkait dengan syariat Islam. Karena itu, hadits-hadits yang berkaitan dengan sirah yang menjelaskan bagian dari kehidupannya terdapat pada berbagai tempat di antara semua bab yang ada.
- Kedua, para imam hadits, khususnya penghimpun Al-Kutub As-Sittah, ketika menghimpun hadits-hadits Rasulullah. tidak mencatat riwayat sirah secara terpisah, tetapi hanya mencatat dali-dalil syariah secara umum yang diperlukan.
Di antara keistimewaan sumber kedua ini ialah bahwa sebagaian besar isinya diriwayatkan dengan sanad shahih yang bersambung kepada Rasulullah. atau kepada para sahabat yang merupakan sumber khabar manqul. Para sahabat adalah orang-orang yang senantiasa bergaul dan hidup bersama Sasulullah, hingga Allah memenangkan Islam melalui tangan-tangan mereka. Mereka adalah sebaik-baik generasi karena dididik langsung oleh Rasulullah, oleh karena itu setiap hadis dengan sanad yang shahih dan bersambung kepada Nabi maka kita harus menerimanya sebagai suatu hakikat sejarah yang tidak diragukan lagi akan kebenarannya.
3. Syair Arab pada zaman Rasulullah
Tidak diragukan lagi bahwa orang-orang musyrik senantiasa menyerang dan menghalangi Rasulullah dan dakwahnya dengan berbagai cara, salah satunya adalah melalui para penyair. Hal ini yang mendorong para sahabat untuk melawan mereka melalui para penyair kaum muslimin seperti Hassaan Bin Tsabit, Abdullah bin Rawahah dan lain-lain. Maka buku-buku sastra dan sirah yang ditulis setelah masa Rasulullah banyak memuat syair- syair yang menceritakan tentang kehiupan Rasullah.
4. Buku buku Sirah
Kajian-kajian sirah di masa lalu diambil dari riwayat-riwayat pada masa sahabat yang disampaikan secara turun-temurun tanpa ada yang memperhatikan untuk menyusun atau menghimpunnya dalam suatu kitab, kendatipun sudah ada beberapa orang yang memperhatikan secara khusus sirah Nabi dengan rincian-rinciannya. Barulah pada generasi tabi’in, sirah Rasulullah diterima dengan penuh perhatian. Banyak di antara mereka yang mulai menyusun data tentang Sirah Nabawiyah yang didapatkan dari lembaran-lembaran kertas. Di antara mereka ialah Urwah bin Zubair (wafat pada tahun 93 H), Aban bin Utsman bin Affan (105 H), Syurahbil bin Sa’ad (123 H), Wahab bin Munabih (110 H), dan Ibnu Syihab Az-Zuhri (124 H) yang mengumpulkan hadits pada masa Khalifah Umar bin Abdul aziz atas perintahnya.
Setelah itu, muncul generasi penyusun sirah berikutnya. Tokoh generasi ini ialah
Muhammad bin Ishaq (152 H). Selanjutnya disusul oleh generasi sesudahnya dengan tokoh
Al-Waqidi (203 H) dan
Muhammad bin Sa’ad, penyusun kitab Ath-Thabaqat Al-Kubra (130 H). Sesudah Muhammad bin Ishaq muncul A
bu Muhammad Abdul Malik yang terkenal dengan
Ibnu Hisyam. Ia meriwayatkan sirah dengan berbagai penyempurnaan, setengah abad sesudah penyusunan kitab Ibnu Ishaq. Selanjutnya, lahirlah kitab-kitab Sirah Nabawiyah. Sebagiannya menyajikan secara menyeluruh, tetapi ada pula yang memperhatikan segi-segi tertentu, seperti
Al-Asfahani di dalam kitabnya Dala’il An-Nubuwah,
Tirmidzi di dalam kitabnya Asy-Syama’il, dan
Ibnu Qayyim Al-Jauziyah di dalam kitabnya Zaadul Ma’ad.
Demikianlah, para ulama masih terus menulis sirah Rasulullah dengan metode sesuai dengan zamannya, diantaranya adalah Kitab Nur al-Yaqin fii Sirah sayyid al-Mursalin karya
Muhammad Al-Khudhari, kitab Mukhtashor as-Sirah karya
Muhammad bin Abdul Wahhab, kitab Ar Rahiqul Al Makhtum karya
Shafiyurrahman Al-Mubarakfuri dan lain sebagainya.
* Mahasiswa S2, Jurusan Fiqh & Ushul King Saud University, Riyadh
Maraji :1. As-Sirah An-Nabawiyyah durus wa 'Ibar karya DR. Musthofa Assiba'i2. Fiqhus Sirah An-Nabawiyah karya Muhammad Sa’id Ramadhan Al-Buthy