Banner
Banner
Banner
Banner
Banner
Banner

Komentar Sahabat

Pluralisme Agama
apa pengertian anda tentang RAHMATALLIL ALAMIN
Dakwah Terbuka
Assalamualaikum.Wr.Wb. Apakah anda ingin mengetah...
Dakwah Terbuka
Apakah anda mengetahui makna dari pada ‘huruf’...
Dakwah Terbuka
Kalau Rasullullah SAW membenarkan 3 kali membaca Q...
Sejarah Singkat Ahma...
22.la vérité, malheureusement, pas uniforme. Voi...
Home Kajian Tarikh Nabi
Nabi
Boikot Kuffar Quraisy Terhadap Nabi PDF Print E-mail
Sunday, 09 May 2010 00:00


 
Abdurrahman Wahid*
 




Ahlul batil mengeluarkan hartanya untuk meninggikan kebatilannya, maka menjadi kewajiban ahlul haq untuk membelanjakan yang mahal dan mulia dalam rangka meninggikan kalimatul haq (kebenaran).

Microsoft Word - rosslin_paper.doc

 

Penentangan kaum kuffar terhadap dakwah Islam dilakukan dengan segala cara. Dengan cara hal yang manis menggiurkan, berupa tawaran duniawi, cara ini tidak mempan. Dengan cara tawar menawar, yaitu tawaran kepada Muhammad saw. agar menyembah tuhan mereka sehari, dan mereka menyembah Tuhannya Muhammad sehari. Dengan cara teror, intimidasi, penyiksaan bahkan upaya pembunuhan. Semua cara berujung kegagalan. Selain itu justru menambah keteguhan mereka terhadap agama Islam dan menambah jumalah  orang-orang yang beriman.

Karena inilah pemikiran kaum Quraisy untuk memunculkan cara baru, yaitu menulis sebuah lambaran penjanjian yang ditanda tangani oleh mereka semua dan digantung  di ka'bah untuk memboikot kaum Muslimin dan Bani Hasyim. Pemboikotan  tersebut mencakup semua aspek. Diantara isi pemboikotan tersebut adalah :

  1. Barang siapa yang setuju dengan agama Muhammad, berbelas kasihan kepada salah seorang pengikutnya yang masuk Islam, atau memberi tempat singgah pada salah seorang dari mereka, maka ia dianggap sebagai kelompoknya dan diputuskan hubungan dengannya.
  2. Tidak boleh menikah dengannya atau menikahkan dari mereka.
  3. Tidak boleh berjual beli dengan mereka.

nabiAkibat embargo ini Bani Hasyim dan Bani Muthallib menjadi terisolir, dikepung  dan dikucilkan di Syi'ib (Perkampungan) Bani Muthalib. Baik yang beriman ataupun yang Kafir dari Bani Hasyim dan Bani Muthalib berkumpul ditempat tersebut kecuali Abu Lahab (Abdul 'Izzi bin Abdul Muthalib) karena ia telah bergabung dengan Kaum kafir untuk menentang dakwah Rasulullah. Kaum Muslimin menghadapi pemboikotan ini karena landasan Agama, sedangkan orang kafir karena landasan fanatisme kesukuan dan kekerabatan.

Disana kaum muslimin sangat menderita, mereka merasakan kelaparan dan berbagai macam kesulitan. Orang-orang mampu diantara mereka menyumbang sebagian harta mereka, bahkan khodijah menyumbang semua hartanya.

Di tengah penderitaan inilah Allah menundukkan sebagian orang Quraisy untuk membantu kaum muslimin yang terisolir. Di antara mereka itu adalah Hisyam bin Amr, seorang yang dimuliakan kaumnya. Hisyam membawa untanya penuh makanan di malam hari ke Bani Hasyim dan Bani Muththalib. Begitu sampai di dekat lembah ia lepaskan kendali untanya kemudian dihentikannya unta itu. Demikian juga ketika untanya itu membawakan pakaian. Untuk meringankan penderitaan kaum muslimin yang terisolir.

Pemboikotan semakin lama semakin keras. Makanan yang masuk atau dijual di Makkah selalu lebih dahulu diborong oleh kaum Musyrikin. Mereka mengalami kelaparan luar biasa, hingga hanya makan dedaunan dan kulit binatang.

Ketika datang kafilah dagang ke Mekah, dan salah seorang sahabat Nabi datang ke pasar untuk membeli makanan bagi keluarganya, maka Abu Lahab seketika itu mengumumkan kepada para pedagang: "Wahai para pedagang! Naikkan hargamu kepada sahabat-sahabat Muhammad sehingga mereka tidak bisa membeli apapun, kalian semua sudah mengetahui kekayaanku, dan kalian sudah tahu bahwa saya akan menepati janjiku, saya akan mengganti kalian semua, tidak akan ada kerugian atas kalian."

Maka para pedagang itu menaikkan harganya berlipat-lipat, dan ketika sahabat itu pulang kembali ke rumahnya, anak-anaknya menangis kelaparan, dan tangannya kosong tidak membawa makanan yang bisa mereka konsumsi. Kemudian pedagang itu datang ke rumah Abu Lahab, membayar makanan dan pakaian yang mereka bawa, sehingga kaum mukminin mengalami kelaparan.

Namun demikian, dengan ujian yang sangat berat ini, kaum muslimin dapat bertahan dan bersabar, tidak ada satu orangpun dari mereka yang mundur.

Pemboikotan ini berlangsung selama tiga tahun dari bulan Muharram tahun ketujuh dari kenabian sampai tahun ke sepuluh dari kenabian

Pembatalan Lembar Perjanjian

Setelah 3 tahun pemboikotan, pada bulan Muharram tahun kesepuluh dari kenabian terjadilah pembatalan pemboikotan. Hal tersebut bermula dari pertentangan diantara kaum Quraisy sendiri, diantara mereka ada yang tetap ingin meneruskan pemboikotan dan sebagian lagi menentang meneruskan pemboikotan dengan alasan bahwa yang menderita akibat pemboikotan tersebut adalah saudara mereka sendiri.

Mereka memutuskan bersama untuk membatalkan perjanjian tersebut. Ketika peristiwa itu Allah  telah  mengirim  anai-anai  (rayap)  untuk  menghancurkan  lembaran perjanjian tersebut, kecuali beberapa kalimat yang menyebutkan nama Allah.

Kejadian  ini  oleh Rasulullah diceritakan kepada pamannya Abu Thalib ,  sehingga Abu  Thalib  bertanya  kepadanya, "Apakah  Tuhanmu  yang  memberitahukan  itu  kepadamu?". Jawab Nabi "Ya", Kemudian Abu Thalib bersama sejumlah orang dari kaumnya berangkat  mendatangi  kaum  Quraisy  dan  meminta  kepada  mereka  seolah-olah  ia  telah  menerima persyaratan yang pernah mereka ajukan. Akhirnya mereka mengambil naskah perjanjian dalam keadaan masih terlipat rapi.  Kemudian  Abu  Thalib  berkata,"Sesungguhnya  putra  saudaraku telah memberitahukan kepadaku, dan dia belum pernah berdusta kepadaku sama sekali, bahwa Allah  telah mengirim anai-anai kepada lembaran yang kamu tulis. Anai-anai itu telah memakan setiap  teks  perjanjian  yang  aniaya  dan memutuskan  hubungan  kerabat.  Jika  perkataannya  itu benar, maka sadarlah kamu dan cabutlah pemikiranmu yang buruk itu. Demi Allah, kami tidak akan menyerahkan hingga orang  terakhir dari kami mati. Jika apa yang dikatakannya  itu  tidak benar,  kami  serahkan  anak  kami  kepadamu  untuk  kamu  perlakukan  sesuka  hatimu". Mereka berkata  ,"Kami  setuju dengan apa yang kamu katakan". Kemudian mereka membuka naskah dan didapatinya sebagaimana yang diberitahukan oleh orang yang  jujur  lagi  terpercaya  ( Rasulullah). Tetapi mereka menjawab,"Ini adalah  sihir anak saudaramu". Dan mereka pun semakin bertambah sesat dan memusuhi.

Setelah  peristiwa  ini  lima  orang  tohoh  Quraisy  keluar  membatalkan  perjanjian  dan mengakhiri pemboikotan. Mereka adalah Hisyam bin Umar bin al-haritz, Zubair bin Umayah, Muth'am bin 'Adi, Abu Al-Bukhturi bin Hisyam, dan Zam'ah bin al-Aswad.

Orang  yang  pertama  kali  bergerak  membatalkan  perjanjian  secara  terang-terangan adalah  Zuhair  bin  Umayah.  Dia  datang  kepada  orang-orang  yang  berkerumun  di  samping Ka'bah dan berkata kepada mereka,"Wahai penduduk Mekkah , apakah kita bersenang-senang makan  dan  minum,  sedangkan  orang-orang  Bani  Hasyim  dan  Bani Muththalib  kita  biarkan binasa,  tidak  bisa  menjual  dan  membeli  apa-apa?".

Demi  Allah,  aku  tidak  akan  tinggal  diam sebelum merobek-robek naskah yang dzalim itu.   Kemudian empat orang  lainnya mengucapkan perkataan yang sama. Lalu Muth'am bin 'Adi  bangkit  menuju  naskah  perjanjian  dan  akan merobek perjanjian tersebut, namun didapatinya bahwa rayap telah memakannya kecuali yang terdapat tulisannya

باسمك اللهم

"Dengan nama-MU ya Allah". Dan yang padanya terdapat kata "ALLAH" tidak dimakannya.

Dengan demikian berakhirlah pemboikotan, lalu keluarlah Rasulullah dari perkampungan tempat diboikot. Sementara orang-orang Kafir telah melihat bukti-bukti kenabian yang sangat jelas, akan tetapi mereka seperti apa yang difirmankan oleh Allah : "Dan jika mereka (orang-orang musyrikin) melihat suatu tanda (mukjizat), mereka berpaling dan berkata: "(Ini adalah) sihir yang terus menerus". (QS Al-Qamar : 2)

Maka setelah kejadian itu Rasulullah dan para shahabatnya kembali kepada kehidupan semula, akan tetapi orang-orang kafir terus menerus menghalangi dakwah Rasulullah.

Ibrah dari peristiwa tersebut

  1. Pecinta-pecinta kebathilan tidak akan mudah menyerah di hadapan pembela-pembela kebenaran (haq). Jika mereka itu gagal dengan satu cara untuk melawan dan melenyapkan dakwah yang haq, akan dicari cara-cara yang lain. Ini memang sudah menjadi hukum kehidupan dan merupakan ujian apakah pembela-pembela kebenaran itu cukup mampu dan tangguh untuk mengunggulkan yang haq dan memusnahkan yang bathil.
  2. Allah memiliki banyak pasukan, tidak ada yang mengetahuinya kecuali Allah yang bekerja untuk membantu kaum muslimin, seperti yang dilakukan rayap terhadap lembar pengumuman embargo.
  3. Bangsa Arab meski dalam jahiliyah memiliki janji dan kesepakatan yang tidak bisa dilanggar kecuali jika menyatakan dengan terbuka pembatalan janji itu. Dari itulah mereka tidak bisa keluar dari isi pengumuman itu sebelum pengumuman itu dirobek.
  4. Ahlul batil mengeluarkan hartanya untuk meninggikan kebatilannya, maka menjadi kewajiban ahlul haq untuk membelanjakan yang mahal dan mulia dalam rangka meninggikan kalimatul haq (kebenaran).
........................................................................

*) Mahasiswa Program Pascasarjana Jurusan Fiqh dan Ushul Fiqh di King Saud University - Riyadh

 

Referensi

  1. Zaadul Ma'ad karyaIbnul Qayim
  2. Sejarah Hidup dan perjuangan Rasulullah disarikan dari Ar-Rahiqul-Makhtum karya Syeikh Shafiyurrahman Mubarakfury
  3. As-Sirah An-Nabawiyyah durus wa 'Ibar karya DR. Musthofa Assiba'i
  4. Fiqhus Sirah An-Nabawiyah karya Muhammad Sa'id Ramadhan Al-Buthy
  5. Ringkasan Sejarah Nabi Muhammad oleh Kantor bimbingan dan penyuluhan orang asing Zulfi



Tambahkan artikel ini pada website Social Bookmarking favorit anda
Reddit! Del.icio.us! Mixx! Free and Open Source Software News Google! Live! Facebook! StumbleUpon! Yahoo! Free Joomla PHP extensions, software, information and tutorials.
Last Updated ( Sunday, 09 May 2010 16:01 )
 
<< Start < Prev 1 2 3 4 5 6 7 8 Next > End >>

Page 1 of 8