Banner
Banner
Banner
Banner
Banner
Banner

Komentar Sahabat

Muqadimah Fiqh
Assalamu alaikum warahmatullahi wabarakatuh. Alham...
Nikah Mut'ah (Kawin ...
Benar atau salah, biarlah Alloh swt yang memutuska...
Nikah Mut'ah (Kawin ...
abu abbas: ... nt tau apa tentang nikah misyar?? ...
Nikah Mut'ah (Kawin ...
apa ada kawin kontrak
Nikah Mut'ah (Kawin ...
nt tau apa tentang nikah misyar?? nt kira nikah mi...
Home Kajian Hadits
Hadits
Mengikuti Sunnah Nabi PDF Print E-mail
Thursday, 30 July 2009 09:55

 
Oleh: Dasman Yahya Ma'ali*
 


Keagungan, kebesaran dan keindahan sunnah tidak akan berarti bila tidak dipraktikan dalam kehidupan sehari-hari...

S
esungguhnya salah satu nikmat terbesar yang dikaruniakan Allah kepada kaum muslimin dan muslimat, di mana Dia menjadikan syari'at Islam ini syari'at yang terjamin kelestariannya sampai hari kiamat. Allah berfirman:

"Sesungguhnya Kami-lah yang menurunkan Al Quran, dan Sesungguhnya kami benar-benar memeliharanya". QS. Al Hijr: 9

Ayat ini memberikan jaminan tentang kesucian dan kemurnian Al Quran selama-lamanya. Dan ini sekaligus memberikan jaminan akan kemurnian Islam selama-lamanya. Karena, Islam adalah implementasi Al Quran. Dan Al Quran itu tidak mungkin terimplementasikan tanpa adanya As Sunnah.

Maka terpeliharanya Islam berarti pula terpeliharanya As Sunnah An Nabawiyah. Oleh karena itulah Nabi shallallahu 'alaihi wasallam berwasiat dengan tegas untuk berpegang teguh kepada sunnahnya sepeninggal Beliau. Sebab, sudah pasti akan terjadi banyak perbedaan dan perselisihan pendapat di kalangan umat, khususnya di saat lemahnya iman dan berbedanya berbagai kepentingan.

Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bersabda:

« أُوصِيكُمْ بِتَقْوَى اللَّهِ وَالسَّمْعِ وَالطَّاعَةِ ، وَإِنْ عَبْدًا حَبَشِيًّا ؛ فَإِنَّهُ مَنْ

يَعِشْ مِنْكُمْ بَعْدِي فَسَيَرَى اخْتِلاَفًا كَثِيرًا ، فَعَلَيْكُمْ بِسُنَّتِي وَسُنَّةِ الْخُلَفَاءِ

الْمَهْدِيِّينَ الرَّاشِدِينَ ، تَمَسَّكُوا بِهَا وَعَضُّوا عَلَيْهَا بِالنَّوَاجِذِ ، وَإِيَّاكُمْ

وَمُحْدَثَاتِ الأُمُورِ ، فَإِنَّ كُلَّ مُحْدَثَةٍ بِدْعَةٌ ، وَكُلَّ بِدْعَةٍ ضَلاَلَةٌ ».

رواه أبو داود والترمذي وابن ماجه .

"Saya berpesan kepada kalian untuk mendengar dan taat (kepada pemimpin), sekalipun dia seorang hamba berkulit hitam. Karena sesungguhnya, barangsiapa yang masih hidup diantara kamu sepeninggalku, maka ia pasti akan menyaksikan perselisihan yang banyak. Oleh sebab itu, hendaklah kamu berpegang teguh kepada sunnahku dan sunnah para Khulafa' Ar Rasyidin yang diberi petunjuk. Berpegang teguhlah kepadanya dan gigitlah dengan gigi taringmu, dan hindarilah hal-hal yang diada-adakan dalam agama, karena sesungguhnya setiap yang diada-adakan itu adalah bid'ah, dan setiap bid'ah itu adalah kesesatan". HR. Abu Daud, At Tirmidzy dan Ibnu Majah

Hadits di atas menjelaskan pentingnya berpegang teguh kepada sunnah Nabi shallallahu 'alaihi wasallam, khususnya di saat banyaknya permasalahan dan perselisihan di kalangan umat. Allah Subhanahu wa Ta'ala telah mempertegasnya pula dalam firman-Nya:

"Hai orang-orang yang beriman, taatilah Allah dan taatilah Rasul (nya), dan ulil amri di antara kamu. Kemudian jika kamu berlainan pendapat tentang sesuatu, maka kembalikanlah ia kepada Allah (Al Quran) dan Rasul (sunnahnya), jika kamu benar-benar beriman kepada Allah dan hari kemudian. Yang demikian itu lebih utama (bagimu) dan lebih baik akibatnya". (QS. An Nisaa': 59).

Ayat dan hadits di atas menegaskan pentingnya mengembalikan segala permasalahan yang diperselisihkan kepada Al Quran dan As Sunnah, karena keduanya adalah sama-sama wahyu yang bersumber dari Allah . Dan hanya dengan keduanyalah segala permasalahan umat dapat terselesaikan, karena kebenaran hakiki nan mutlak hanya terdapat pada keduanya. Sedangkan yang lain, kebenarannya nisbi dan tidak terjamin.

Kemudian dengan mengikuti Allah dan Rasul-Nya serta tunduk dan patuh kepada keduanya adalah bukti kecintaan seorang mukmin kepada-Nya. Allah berfirman kepada Nabi-Nya:

"Katakanlah: "Jika kamu (benar-benar) mencintai Allah, ikutilah aku, niscaya Allah mengasihi dan mengampuni dosa-dosamu." Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang". (QS. Ali Imran: 31).

Dan sebaliknya, berpaling dari mentaati dan mengikuti Allah dan Rasul-Nya adalah pertanda ingkar dan kufur. Allah berfirman:

"Katakanlah: "Ta'atilah Allah dan Rasul-Nya; jika kamu berpaling, maka sesungguhnya. Allah tidak menyukai orang-orang kafir". (QS. Ali Imran: 32).

Dari uraian di atas dapat diambil kesimpulan sebagai berikut:

1. Mengikuti Rasul akan mengurangi pertentangan di antara umat Islam.

2. Mengikuti Rasul dapat menyatukan persepsi dan pandangan umat.

3. Mengikuti Rasul berarti meraih cinta Allah.

4. Mengikuti Rasul berarti ikut serta melestarikan kemurnian ajaran Islam.

5. Tidak mengikuti Rasul merupakan sikap ingkar kepada Allah dan Rasul.

6. Tidak mengikuti Rasul merupakan sumber utama timbulnya perselisihan dan pertikaian di kalangan umat.

7. Tidak mengikuti Rasul adalah sumber utama kesesatan.

8. Umat Islam berkewajiban taat kepada Allah, Rasul dan para pemimpinnya dalam kerangka taat kepada Allah dan Rasul.

Itulah sebagian manfaat yang akan diperoleh muslim dan muslimah bila mereka teguh mengikuti sunnah Nabi shallallahu 'alaihi wasallam. Semoga Allah menguatkan tekad dan niat kita semua. Amin.

*Dosen UIN Riau, Doktor Hadits Lulusan Universitas Islam Madinah.



Tambahkan artikel ini pada website Social Bookmarking favorit anda
Reddit! Del.icio.us! Mixx! Free and Open Source Software News Google! Live! Facebook! StumbleUpon! Yahoo! Free Joomla PHP extensions, software, information and tutorials.
Last Updated ( Thursday, 30 July 2009 10:11 )
 
<< Start < Prev 1 2 3 Next > End >>

Page 1 of 3