Banner
Banner
Banner
Banner
Banner
Banner

Komentar Sahabat

Pluralisme Agama
apa pengertian anda tentang RAHMATALLIL ALAMIN
Dakwah Terbuka
Assalamualaikum.Wr.Wb. Apakah anda ingin mengetah...
Dakwah Terbuka
Apakah anda mengetahui makna dari pada ‘huruf’...
Dakwah Terbuka
Kalau Rasullullah SAW membenarkan 3 kali membaca Q...
Sejarah Singkat Ahma...
22.la vérité, malheureusement, pas uniforme. Voi...
Home Kajian Aqidah Islam
Aqidah Islam
Kenaikan Isa Almasih Antara Aqidah Islam Dan Doktrin Kristen PDF Print E-mail
(3 votes, average: 1.00 out of 5)
Saturday, 22 May 2010 00:00

 
Abu Yahya
 




Microsoft Word - rosslin_paper.doc

Microsoft Word - rosslin_paper.doc

Di negeri kita, tanggal 13 Mei 2010 dijadikan sebagai hari libur nasional, karena umat kristiani, baik di Indonesia maupun di seluruh dunia memperingatinya sebagai hari kenaikan Isa almasih.

Dalam Islam, Isa almasih'Alaihis Salam diyakini sebagai salah seorang Rasul dan bukan Tuhan, Ia diutus oleh Allah kepada Bani Israil (Yahudi dan Kristen). Ia wajib diimani oleh setiap muslim dan tidak mendikotomikannya dari rasul yang lain. sebagaimana dalam firmanNya: "Kami tidak membeda-bedakan seorang pun di antara para rasulNya".(al-Baqarah:285). Ia juga diyakini telah naik atau diangkat oleh Allah Ta'ala ke sisiNya , tetapi keyakinan naiknya almasih dalam Islam sangat berbeda dengan konsep naiknya beliau dalam doktrin Kristen.

Kenaikan almasih dalam doktrin Kristen

Keyakinan naiknya almasih ke syurga atau ke sisi Allah dalam doktrin Kristen sangat terkait dengan klaim wafatnya beliau di tiang salib. Jika orang-orang Yahudi mengklaim bahwa mereka telah berhasil membunuh dan mensalibnya atas berbagai tuduhan, maka orang-orang Kristen meyakini wafatnya di tiang tersebut semata-mata untuk menebus dosa turunan Adam 'Alais Salam. Beliau diyakini wafat pada hari Jum'at dan dikuburkan pada malam Sabtu dan terus berada di dalam kuburnya hingga malam Ahad.

Konon kabarnya, dua hari setelah ia mati disalib, yaitu pada pagi hari Ahad, ia bangkit dan keluar dari kuburnya dan akhirnya bertemu dengan para pengikutnya di daerah al-Jalil, di Palestina. Setelah empat puluh hari berada di tengah-tengah mereka-pasca penyaliban-, beliau pun naik ke langit.

Naiknya almasih dalam aqidah Islam

Sangat berbeda dengan keyakinan Kristen, dalam Islam beliau diyakini tidak mati disalib, ia telah diselamatkan oleh Allah dari konspirasi orang-orang yahudi, beliau lolos dan tidak berhasil digantung, beliau telah diserupakan oleh Allah dengan seseorang hingga serupaannyalah yang berhasil disalib.

Setelah Allah membantah klaim orang-orang Yahudi bahwa: "kami telah membunuh Isa almasih", Allah menjelaskan peristiwa yang sebenarnya, yaitu:"mereka tidak membunuhnya dan tidak pula menyalibnya akan tetapi ia telah diserupakan (dengan seseorang) untuk mereka" lalu Allah pertegas posisi almasih setelah selamat dari upaya pembunuhan tersebut.

بَل رَّفَعَهُ اللّهُ إِلَيْهِ وَكَانَ اللّهُ عَزِيزًا حَكِيمًا

"bahkan Allah telah mengangkatnya ke sisiNya, dan Allah maha Perkasa lagi maha Bijaksana.( lihat surat an-Nisa:157-158).

Jumhur ulama Islam memandang bahwa beliau saat itu diangkat dengan ruh dan jasadnya dalam keadaan masih hidup, dan akan terus seperti itu sampai Allah menurunkannya kembali di akhir zaman sebagai salah satu tanda semakin dekatnya hari kiamat. Keyakinan ini, didukung dengan beberapa argumen dan fakta, antara lain;

Pertama; Allah menyebutkan peristiwa diangkatnya almasih ke sisi Allah dalam konteks bantahan terhadap klaim orang-orang Yahudi bahwa mereka telah berhasil membunuhnya. Sekiranya ia dingkat hanya dengan ruhnya saja tanpa jasad dalam keadaan telah wafat maka bantahan Allah terhadap mereka sama sekali tidak memiliki arti apa-apa, sebab semua orang yang telah wafat, baik secara normal maupun yang mati disalib semuanya terangkat rohnya ke langit.

Kedua; Allah menyinggung kasus diangkatnya ke sisi Allah dalam surat Ali Imran ayat: 55 dalam konteks penyebutan keistimewaan-keistimewaannya, sekiranya ia diangkat hanya dengan ruhnya saja, maka hal itu bukan sesuatu yang istimewa karena semua manusia baik nabi maupun manusia lainnya juga mengalami hal yang sama.

Agumentasi ini diperkuat oleh fakta yang disebutkan oleh Allah dalam firmannya:

وَإِن مِّنْ أَهْلِ الْكِتَابِ إِلاَّ لَيُؤْمِنَنَّ بِهِ قَبْلَ مَوْتِهِ وَيَوْمَ الْقِيَامَةِ يَكُونُ عَلَيْهِمْ شَهِيدًا (النساء : 159)

"Dan tidak ada seorang pun di antara Ahlul Kitab, kecuali pasti ia akan beriman kepadanya (Isa) sebelum wafatnya, dan pada hari Kiamat dia (Isa) akan menjadi saksi atas mereka".

Ayat ini sangat transparan menjelaskan bahwa beliau tidak akan wafat sebelum Ahlul Kitab seluruhnya beriman kepadanya, padahal sejarah -baik klasik maupun kontemporer- telah mencatat bahwa tidak semua mereka beriman kepadanya, bahkan mayoritasnya mengingkarinya. Secara faktual, Ahlul Kitab yang beriman kepada Isa almasih saat berdakwah di tengah mereka sangat sedikit, sebagian ahli sejarah menyebutkan hanya sebelas atau dua orang saja, yaitu; mereka yang dikenal dengan kaum hawarieyyien. Sementara ayat tersebut telah menegaskan bahwa ia tidak akan mati sebelum semua Ahlul Kitab beriman kepadanya. Fakta ini menunjukkan bahwa tugas almasih belum sempurna, tetapi kelak ia akan menyempurnakannya sebelum ia wafat.

Fakta lain yang mendukung bahwa beliau belum wafat, dan hanya diangkat oleh Allah adalah bahwa beliau akan berkomunikasi dengan umat manusia saat usianya telah senja, Allah berfirman:

وَيُكَلِّمُ النَّاسَ فِي الْمَهْدِ وَكَهْلاً وَمِنَ الصَّالِحِينَ (آل عمران : 46)

"Dan dia berbicara dengan manusia (sewaktu) dalam buaian dan saat usia senja, dan dia termasuk di antara orang-orang shaleh".

Sebenarnya kemampuan seseorang berkomunikasi pada usia senja, yang dalam bahasa Arab diistilahkan dengan fase kahl atau kuhulah, yaitu umur yang telah lewat empat puluh tahun ke atas, bukanlah sesuatu yang istimewa tetapi mengapa Allah menyebutkannya dalam konteks keistimewaan dan memparalelkannya dengan kemampuannya berbicara saat masih bayi ?. Hal tersebut dapat terjawab dengan memahami fakta perjalanan hidupnya, yaitu; beliau diangkat oleh Allah ke sisiNya saat usianya baru berkisar 33 tahun. Dan pada saat kembali ke permukaan bumi ini di akhir zaman, ia akan hidup selama 40 tahun, maka apabila usia 33 tahun dikalkulasi dengan 40 tahun hasilnya menjadi 73 tahun, yatu usia yang benar-benar tepat dikatakan sebagai fase alkahl atau alkuhulah. Dengan demikian ayat tersebut mengindikasikan bahwa ia akan melanjutkan perjalanan hidupnya di atas muka ini sebelum akhirnya beliau menemui ajalnya.

Turunnya Isa almasih ke permukaan bumi

Perjalanan hidup Isa almasih belum berakhir dengan diangkatnya ke sisi Allah, tetapi masih akan berlanjut dengan turunnya kembali di akhir zaman ke permukaan bumi ini untuk menunaikan tugas mulia yang belum sempat ditunaikannya atau belum sempurna pada priode kehidupannya yang lalu. Kedatangannya nanti di akhir zaman menjadi salah satu tanda dekatnya hari kiamat, sebagaimana dalam firman Allah:

وَإِنَّهُ لَعِلْمٌ لِّلسَّاعَةِ فَلَا تَمْتَرُنَّ بِهَا (الزخرف: 61)

"Dan sesungguhnya dia (Isa) benar-benar menjadi pertanda akan datangnya hari kiamat, karena itu maka janganlah engkau ragu tentang hari kiamat tersebut".

Turunnya kembali Isa putra Maryam juga ditegaskan oleh Rasulullah Shollallahu 'Alaihi Wasallam dalam beberapa sabdanya, antara lain;

وَالَّذِي نَفْسِي بِيَدِهِ لَيُوشِكَنَّ أَنْ يَنْزِلَ فِيكُمْ ابْنُ مَرْيَمَ حَكَمًا عَدْلًا فَيَكْسِرَ الصَّلِيبَ وَيَقْتُلَ الْخِنْزِيرَ وَيَضَعَ الْجِزْيَةَ (أخرجه البخاري رقم: 3448)

"Demi Zat yang jiwaku berada di tanganNya, sungguh sudah dekat turunnya putra Maryam sebagai pemimpin yang adil, Ia akan menghancurkan salib, membunuh babi dan mengapus jizyah (pajak)".

Kesimpulan:

Meskipun doktrin orang-orang Kristen juga meyakini kenaikan Isa almasih 'Alaihis Salam, tetapi keyakinan tersebut sangat berbeda dengan aqidah islamiyah. Dalam Islam beliau diyakini sebagai sosok hamba yang dijadikan Rasul kepada Bani Israil, lalu diangkat oleh Allah Ta'ala ke siniNya dalam keadaan hidup setelah orang-orang Yahudi berusaha untuk membunuh dan meyalibnya, ia masih hidup dan tidak akan wafat kecuali setelah ia turun kembali ke permukaan bumi ini di akhir zaman dan pada saat itu semua Ahlul Kitab pasti beriman kepadanya.

..........................................

*) Mahasiswa Jurusan Aqidah dan Pemikiran Kontemporer di Program Pascasarjana King Saud University - Riyadh

Referensi Utama:

  1. Asyraatus Saa'ah, Dr. Yusuf bin Abdullah bin Yusuf al-Wabil.
  2. Az-Zatul Ilahiyah bainal Islam wan Nashraniyah, Dr. Abdus Syakur bin Muhammad Aman al-'Arusiy.
  3. Dirasat fil adyaan, al-Yahudiyah wan Nashraniyah, Dr. Su'ud bin Abdul Aziz al-Khalaf


Tambahkan artikel ini pada website Social Bookmarking favorit anda
Reddit! Del.icio.us! Mixx! Free and Open Source Software News Google! Live! Facebook! StumbleUpon! Yahoo! Free Joomla PHP extensions, software, information and tutorials.
Last Updated ( Saturday, 22 May 2010 20:46 )
 
<< Start < Prev 1 2 3 4 5 6 7 Next > End >>

Page 1 of 7