|
S ubuh Kamis, 14-05-2009 waktu setempat, gempa berkekuatan 4,15 Skala Richter mengguncang provinsi Madinah al-Munawwarah, pusat gempa berada di daerah Ays h berjarak ± 240 Km dari kota Madinah arah barat daya kota Nabi.
Gempa ini merupakan gempa terkuat, sejak 22 April 2009 telah terjadi sebanyak ±1200 gempa kecil berdasarkan data dari Badan Geologi setempat..
Sampai saat ini Kerajaan Arab Saudi belum melaporkan adanya korban jiwa dan korban materi yang berarti, akan tetapi kerajaan telah menyiapkan tenda-tenda pengungsian.
Para ahli geologi mengkhawatirkan bila gempa ini tidak berhenti akan memacu aktifitas 2 gunung berapi ; Tsaurân dan Aysh yang tidak pernah menunjukkan aktifitas semenjak ± 700 tahun silam.
Sumber: harian Al watan, 15-05-2009.
Meletusnya Gunung Merapi Di Provinsi Madinah Dan Hubungannya Dengan Kiamat:
Gejala alam yang terjadi di provinsi Madinah al-Munawwarah bukan sekedar gejala biasa akan tetapi bisa dikaitkan dengan tanda-tanda kiamat, oleh karena itu para ulama dan ahli sejarah islam selalu memantaunya dari masa ke masa.
Diriwayatkan oleh Abu Huraira bahwa Rasulullah bersabda: "Kiamat tidak akan terjadi hingga api keluar dari daerah Hijaz menerangi punuk unta di kota Basrah." HR Bukhari.
Menjelaskan hadits di atas, Ibnu Katsir dalam bukunya al bidayah wa nihayah (6/253-254) menulis :
"Pada tahun 654 H muncul api di daerah Hijaz menerangi punuk unta di kota Bashrah. Api (yang diakibatkan oleh semburan lahar panas) muncul dari daerah Hijaz yang diawali dengan terjadinya gempa yang dahsyat pada malam Rabu 5 Jumadil Akhir tahun 654 H, api itu terus menyala, dan baru padam di waktu dhuha pada hari Jumat, api tersebut muncul dari perkampungan Quraizha(bekas perkampungan Yahudi) dekat kota Madinah, dan (lumpur panas) terus menjalar melewati pegunungan lalu menghanguskan setiap yang ada diatasnya. Bentuknya seperti air sungai berwarna merah, bunyi nyalanya seperti petir. Api (lumpur panas) itu terus menjalar dan berakhir sebelum ± 7 KM dari kota Madinah, anehnya hembusan angin ke kota Madinah tetap dingin. Api itu menyala di angkasa selama 5 hari, lidah api terlihat dari pengunungan di kota Mekkah ".
Al Hafiz Abu Syamah menjelaskan," Para penduduk kota Madinah semuanya mengungsi ke masjid Nabawi, mereka bertaubat, beristighfar di dekat kuburan nabi, mereka bersedekah dan memerdekakan seluruh budak, sehingga Allah menghentikan semburan lahar. |