|
Oleh : Sayyid Husein Al Musawy (Ulama Najf) *
Nash-nash di atas menjelaskan kepada kita siapakah sebenarnya yang membunuh al-Husain, pembunuh tersebut adalah pengikut Syi'ah dari penduduk Kufah yaitu nenek moyang kita (kaum Syiah), lalu kenapa kita menuntut ahlus sunnah yang bertanggungjawab atas terbunuhnya al-Husain?!
Y ang populer dalam kalangan Syi'ah adalah kekhususan hubungan kami dengan ahlul bait. Seluruh mazhab Syi'ah berdasar pada kecintaan terhadap ahlul bait. Kaum Syiah berlepas diri dari para sahabat, terutama tiga khalifah (Abu Bakar, Umar dan Utsman) dan `Aisyah binti Abi Bakar disebabkan karena sikap mereka terhadap ahlul bait. Dan itu benar-benar tertanam dalam pikiran seluruh orang-orang Syi'ah, mulai dari anak-anak hingga orang tua, para ulama`nya hingga orang-orang awam, laki-laki maupun perempuan, bahwa para sahabat itu telah menzalimi ahlul bait, menumpahkan darah mereka dan menghalalkan kehormatan mereka.
(Masih dalam keyakinan Syiah) orang-orang ahlus sunnah menyebut ahlul bait sebagai musuh, maka tidak ada seorang Syiah pun yang ragu menyebut mereka sebagai nawasib, dan kami senantiasa menyebut-nyebut darah syahid Husain (cucu Nabi). Namun dalam buku-buku kami yang akurat dijelaskan kenyataan sesungguhnya, disebutkan bahwa ahlul bait shalawatullahi `alaihim mencela Syi'ah, disebutkan pula bagaimana perlakuan generasi pertama Syi'ah terhadap ahlul bait, begitu pula siapakah sebenarnya yang mengucurkan darah ahlul bait `alaihimussalam dan siapa juga yang menjadi penyebab terbunuhnya mereka dan menodai kehormatan mereka. Amirul mukminin `alaihissalam berkata: "kalau seandainya aku memilih diantara kelompok Syiah (pendukungku) aku hanya menemukan kriteria saja, kalau aku uji mereka niscaya mereka adalah orang-orang murtad, kalau seandainya aku saring mereka, kemungkinan yang lulus hanyalah satu dari seribu." Lihat: (al-kafii/ar-raudhoh 8/338) Amirul mukminin `alaihissalam berkata: "wahai kaum yang menyerupai laki-laki namun bukan laki-laki, berakal picik seperti wanita! Aku rugi mengenal kalian, karena perkenalan tersebut membawa penyesalan dan kesengsaraan, semoga Allah menghancurkan kalian, kalian telah menjadikan hatiku penuh dengan nanah, kalian telah menyesakkan dadaku dengan kemarahan, kalian telah meminumkanku dengan tegukan tuduhan, dan kalian telah merusak pendapatku dengan kemaksiatan dan keterlantaran, hingga orang-orang Quraisy mengatakan: sesungguhnya anak Abu Thalib adalah seorang pemberani namun tidak diketahui keikutsertaannya dalam berperang, dan tidak ada argumen bagi orang yang tidak dita`ati". Lihat: (nahjul balaghah 70,71). Dan dia berkata kepada mereka sebagai bentuk penghinaan, " aku berikan kalian tiga gelar lalu dua sebutan: (orang tuli yang mempunyai pendengaran, orang bisu namun memiliki ucapan, dan orang buta yang memiliki penglihatan…sedikit pun tidak memiliki kejujuran ketika bertempur dan tidak ada saudara yang dapat dipercaya ketika terjadi musibah…kalian adalah lubang pengkhianatan anak Abu Thalib seperti lubang faraj seorang wanita". Lihat: (nahjul balaghah 142). Beliau katakan hal itu karena mereka meninggalkan dan mengkhianati amirul mukminin `alaihissalam, dan masih banyak perkataan-perkataan beliau tentang mereka. Al-Imam Al-Husain `alaihissalam bermunajat dalam do`a mengutuk Syi'ah: "Ya Allah, kalau Engkau panjangkan umur mereka maka cerai-beraikanlah mereka, jadikanlah mereka aliran yang bercerai-berai, dan jangan sekali-kali Engkau ridha dengan kepemimpinan mereka, karena mereka telah menyatakan untuk menolong kami namun mereka justru memusuhi kami lalu membunuh kami". Lihat : (al-irsyad lil mufid 241). Dan beliau berbicara kepada mereka sekali lagi lalu mengutuk mereka, diantara doa kutukan tersebut: "Akan tetapi kalian dahulu tergesa-gesa membaiat kami seperti terbangnya anai-anai, dan mengerumuni kami bagai laron lalu kalian melanggar bai'at.. kehinaan, laknat dan kehancuranlah untuk orang-orang pendurhaka yang menyimpang dari ajaran al Quran, kemudian kalian merendahkan kami lalu membunuh kami, sungguh laknat Allah bagi orang-orang yang zalim!" Lihat: ( al-ihtijaj 2/24). Nash-nash di atas menjelaskan kepada kita siapakah sebenarnya yang membunuh al-Husain, pembunuh tersebut adalah pengikut Syi'ah dari penduduk Kufah yaitu nenek moyang kita (kaum Syiah), lalu kenapa kita menuntut ahlus sunnah yang bertanggungjawab atas terbunuhnya al-Husain?! Oleh karenanya as-sayyid Muhsin al-Amin berkomentar: " penduduk Iraq sebanyak dua puluh ribu orang telah berbai`at kepada al-Husain, mereka mengkhianati bai'at dan memberontak serta membunuh Husain". Lihat : (`ayanusy Syi'ah/ bagian pertama 34). Al-Hasan `alaihissalam berkata: "Demi Allah, saya melihat Mu`awiyah lebih baik dibandingkan mereka yang mengaku mengikutiku dari golongan Syi'ah, mereka ingin membunuh dan mengambil hartaku. Demi Allah, saya membuat perjanjian damai dengan Muawiyah yang menyebabkan keluargaku tidak terlantar lebih baik daripada kaum Syiah yang ingin membunuh dan meyengsarakan keluargaku. Demi Allah, kalau seandainya aku memerangi Muawiyah niscaya kaum Syiah pengikutku akan menyerahkan aku ke Muawiyah. Demi Allah, sungguh lebih baik aku berdamai dengan Muawiyah daripada dia membunuhku sebagai tawanan". Lihat: (al-ihtijaj 2/10). Imam Zainal `Abidin berkata kepada penduduk Kufah: "Apakah kalian mengetahui bahwa kalian telah menulis kepada bapakku dan kalian telah memberikan kepadanya dari diri kalian berupa perjanjian dan kesepakatan (untuk bersekutu) lalu kalian membunuhnya dan merendahkannya… Mata yang mana kalian pakai melihat Rasulullah shalallahu`alihi wa sallam sedang beliau bersabda kepada kalian: ”Kalian telah membunuh keturunanku dan nodai kehormatanku sungguh kalian bukan termasuk umatku”. (al-Ihtijaj 2/32). Beliau juga berkata tentang mereka: "Kalian menangisi kami, padahal kalianlah yang membunuh kami ". (al-ihtijaj 2/29) Berkata al-Baqir `alaihissalam: "Kalau seandainya seluruh orang mengikuti syi`ah maka ¾ mereka ragu kepada kami dan ¼-nya orang-orang bodoh". (rijalul kasya 79). Berkata al-Shadiq `alaihissalam: "Demi Allah kalau seandainya aku dapati dari kalian tiga orang yang beriman menutupi `aibku maka tidak halal bagiku untuk menutupi aib mereka". (ushulul kafi 1/496). Fathimah as-Sughra `alaihassalam mengatakan dalam ceramahnya terhadap penduduk Kufah: "Wahai penduduk Kufah, wahai para pengkhianat, pembuat makar dan pengingkar janji, sungguh kami ahlul bait mendapatkan cobaan dari Allah karena kalian… kalian telah mengkafirkan kami, mendustakan kami dan memandang bahwa membunuh kami adalah halal serta merampas harta kami… sebagaimana kalian telah membunuh nenek moyang kami kemarin, pedang-pedang kalian mengalirkan darah para ahlul bait… celakalah kalian, maka tunggulah laknat dan adzab yang sekarang mulai kalian rasakan… sebagian kalian akan merasakan siksaan yang akan mengekalkan kalian dalam adzab yang pedih pada hari kiamat disebabkan kezaliman yang telah kalian lakukan terhadap kami, sungguh laknat Allah menimpa orang-orang yang berbuat zalim. Celakalah kalian wahai penduduk Kufah, sudah berkali-kali aku membacakan untuk Rasulullah shalallahu`alahi wa salam dan keluarga beliau sebelum kalian, kemudian kalian mengkhianati saudara beliau `Ali bin Abi Thalib, kakekku, anak-anaknya dan keturunannya yang suci". Lalu salah seorang penduduk Kufah berdendang dengan congkaknya sambil mengatakan: "Kami telah membunuh Ali dan anak-anaknya dengan pedang buatan India dan tombak Dan kami tawan wanita mereka tanpa rasa peduli, kemudian kami binasakan mereka, dengan pembinasaan yang keji." (al-ihtijaj 2/28).
* Diterjemahkan dari buku " Lillah tsumma littarikh".
Trackback(0)
 |