Banner
Banner
Banner
Banner
Banner
Banner
Syiah
Pandangan Syi`ah terhadap Ahlussunnah PDF Print E-mail
(3 votes, average: 1.67 out of 5)
Friday, 30 April 2010 00:00


 
Sayyid Husein Al Musawy (Ulama Najf) *
 



Microsoft Word - rosslin_paper.doc

Ketika kita mentelaah buku-buku kita yang akurat dan perkataan dari para ahli fiqih serta para mutahid syiah, kita akan dapati bahwa satu-satunya musuh bagi syi'ah adalah ahlussunah, karena itu mereka mensifatinya dan memberikan nama-nama (tertentu untuk Ahlussunnah), mereka beri nama al-'Amah dan al-Nawashib, dan umumya orang syi'ah masih berkeyakinan bahwa setiap orang ahlussunnah hina dalam kuburnya.  Dan apabila salah satu diantara mereka menghina dan ingin mengejeknya dalam bentuk hinaan, dia mengatakan kepadanya: "Dosa orang sunni semakin besar di dalam kuburan bapakmu" itu dikarenakan orang sunni itu najis dalam pandangan mereka hingga sampai pada satu tataran, kalau seandainya dia dimandikan sampai seribu kali maka dia tidak akan bersih dan tidak akan pernah hilang kenajisannya.

al-quran3Saya masih ingat ketika bapakku bertemu dengan seorang laki-laki asing di salah satu pasar di kota, dan bapakku adalah orang yang sangat mencintai kebaikan, beliau membawa laki-laki tadi ke tempat kami sebagai tamu kami pada malam itu dan kami pun memuliakannya dengan apa yang telah Allah karuniakan, lalu kami duduk untuk mengobrol setelah selesai sholat isya' dan pada waktu itu saya masih remaja di awal-awal saya belajar di hauzah, ditengah-tengah pembicaran kami, kami mengetahui bahwa laki-laki tadi adalah seorang yang bermazhab sunni dari daerah Samra' datang ke Najaf untuk suatu keperluan, kemudian laki-laki tadi menginap malam itu, setelah pagi hari kami kemudian menyuguhkan sarapan kepadanya kemudian dia ingin melanjutkan perjalanan, lalu bapakku memberikan kepadanya uang, siapa tau dia membutuhkannya diperjalanan nanti, laki-laki tadi berterima kasih dengan sambutan dan hidangan kami, setelah orang ini pergi lalu bapak saya menyuruhku untuk membakar ranjang yang digunakannya tidur dan mencuci bejana yang digunakannya makan dengan benar-benar bersih karena keyakinannya bahwa orang sunni itu najis, dan inilah keyakinan seluruh orang syi'ah.       Lebih-lebih ketika pada ahli fiqih menyamakan orang sunni dengan orang kafir, musyrik, dan babi dan menjadikan mereka seperti najis, oleh karena itu mereka berpandangan:

  1. Wajib berbeda pendapat dengan mereka (Ahlussunnah).

    Telah diriwayatkan dari al-Shoduq dari Ali bin Asbat berkata: saya berkata kepada al-Ridha 'alaihissalam: "Terjadi sebuah kejadian yang saya tidak ketahui solusinya, dan tidaklah di negeri tempat tinggalku ada orang yang dapat saya mintai fatwa dari para walimu? Dia berkata, maka beliau menjawab: "Datanglah kepada seorang ahli fiqih di negerimu lalu mintalah fatwa dalam urusanmu, ketika dia memberikan fatwa tentang sesuatu, ambil fatwa sebaliknya karena kebenaran letaknya disitu." ('Uyun Akhbar al-Ridha 1/275 cetakan Teheran).

    Dari Husain bin Khalid dari al-Ridha dia berkata: "Orang syi'ah adalah yang berserah diri dalam urusan kami, yang mengambil perkataan kami yang berbeda dengan musuh-musuh kami, maka siapa saja yang tidak berbuat demikian bukan termasuk golongan kami." (Al-Fushul Al-Muhimmah 225 cetakan Qum)

    Dari Mufadhdhol bin Umar dari Ja'far, dia berkata: "Dusta orang yang mengaku dari golongan syi'ah dan dia masih percaya dengan agama orang lain (Ahlusunnah)." (Al-Fushul Al-Muhimmah 225).
  1. Tidak boleh berbuat sesuai perbuatan al-amah (Ahlusunnah) atau sesuai dengan jalan mereka.

    Pembahasan ini disebutkan oleh al-Hur al-Amili dalam bukunya "wasail syi'ah", dengan perkataannya: "Hadits-hadits dalam pembahasan itu mutawatir....diantaranya perkataan al-Shodiq 'alaihissalam dalam dua hadits yang berbeda, beliau paparkan keduanya terkait berita al-'amah, "maka berita yang sesuai dengan berita mereka jauhilah dan yang berselisih dengan berita merika ambillah".  Berkata al-Shodiq 'alaihissalam: "Jika kalian menjumpai dua hadits yang bertentangan, maka ambillah yang berbeda dengan umumnya orang." Beliau 'alaihissalam berkata: "Ambillah dari apa-apa yang bertentangan dengan al-'Amah", beliau juga mengatakan: "Apa yang bertentangan dengan al-amah, maka di dalamnya ada petunjuk." Berkata 'alahissalam: "Demi Allah tidaklah kalian sama dengan mereka dalam satu hal.  Begitu juga mereka, maka selisihilah mereka dan tidaklah mereka berada di atas jalan yang lurus sedikitpun". Dan perkataannya: "Demi Allah, tidaklah Allah akan menjadikan kebaikan kepada seseorang yang tidak mengikuti kami, siapa saja yang sesuai dengan kami akan bertentangan dengan musuh kami, dan siapa saja yang sesuai dengan musuh kami dalam perkataan atau perbuatan maka dia tidak termasuk golongan kami dan kami tidak termasuk golongannya.""Ambillah yang bertentangan dengan umumnya orang, dan yang sesuai dengan umumnya orang jauhilah." Dan perkataan al-Ridha 'alaihissalam: "Jika kalian menemui dua berita yang bertentangan, maka lihatlah kabar yang berbeda dari umumnya orang dari keduanya lalu ambillah, dan lihatlah kabar yang sesuai dengan kabar mereka lalu tinggalkanlah." Dan perkataan al-Shodiq 'alahissalam: "Demi Allah  tidak ada sedikitpun yang tersisa di tangan mereka dari kebenaran kecuali hanya menghadap ke kiblat" (al-Fushul al-Muhimmah 325-326) Dan perkataan al-'Abdussholih 'alahissalam tentang dua perkataan yang berbeda:

    Lalu al-Hur berkomentar tentang berita-berita ini, bahwasannya: "Berita-berita tersebut telah sampai pada derajat mutawatir, yang mengherankan dari orang-orang sekarang dimana mereka mengira bahwa kabar tersebut kabar ahad". Dia juga mengatakan: "Ketahuilah telah jelas dari hadits-hadits yang mutawatir, batilnya kaidah-kaidah ushul yang disebutkan dalam buku-buku al-amah (orang-orang sunni)" (al-Fushul al-Muhimmah 326)
  1. Bahwa mereka sedikitpun tidak berada di atas sunnah.

    Berkata al-Sayyid Nikmatullah al-Jazairi: "Kita tidak akan berkumpul dengan mereka -dengan ahlussunah- dalam satu Tuhan dan satu nabi dan satu Imam, karena mereka mengatakan: Bahwa Tuhan mereka adalah Muhammad sebagai nabinya dan khalifah setelahnya adalah Abu Bakar. Dan kita tidak mengatakan dengan Tuhan ini dan tidak juga dengan nabi itu, namun kita katakan: Sesungguhnya Tuhan yang khalifah setelahnya Abu Bakar adalah bukan Tuhan kita dan bukan pula nabinya nabi kami[1]. (al-Anwar al-Jazairiyah 2/278).  Bab Nur Fi Haqiqati Dien al-Imamah, alasan yang menjadi pegangan wajibnya bertentangan dengan apa yang dikatan oleh al-'Amah, al-Shoduq menggabungkan bab ini dalam alasan-alasan syari'at, lalu berkata: "Dari Abu Ishaq al-Arja'I Rif'ah berkata: berkata Abu Abdillah 'alaihissalam: "Apakah kalian tau kenapa kalian diperintahkan untuk mengambil apa yang bertentangan dari umumnya orang?", saya katakan: "Saya tidak tau", lalu dia berkata: "Sesunggunya Ali setiap beragama pada Allah dengan satu agama, al-umah selalu menyelisihinya dengan harapan untuk menggugurkan urusannyaDan dahulu mereka bertanya kepada Amirul Mukminin tentang sesuatu yang tidak mereka ketahui, apabila beliau memberikan fatwa, mereka menjadikan fatwa tadi bertolak belakang  untuk mengelabuhi manusia." (531 cetakan Iran).

    Seketika akan muncul dalam benak kita beberapa pertanyaan berikut ini:
    Kalau seandainya kebenaran itu ada pada ahlussunnah dalam satu masalah tertentu, apakah kemudian wajib bagi kita untuk menyelisihinya? Al-sayyid Muhammad Baqir al-Shadr suatu ketika pernah memberikan jawaban: "Ya, wajib mengambil apa yang menyelisihi perkataan mereka, karena mengambil pendapat yang menyelisihi mereka walaupun itu salah itu lebih ringan dari pada menerima kebenaran yang berasal dari mereka dalam permasalahan tersebut."

    Kebencian orang-orang syi'ah kepada ahlussunah tidak muncul saat ini, dan tidak dikhususkan untuk para ahlussunnah kontemporer, namun kebencian yang mendalam hingga pada generasi pertama ahlussunnah yaitu para shahabat, kecuali tiga diantara mereka yaitu Abu Dzar, al-Miqdad dan Salman, oleh karenanya al-Kulaini meriwayatkan dari Abu Ja'far, dia berkata: "Seluruh orang telah keluar dari Islam setelah wafat Nabi shalallahu'alaihi wa sallam kecuali hanya tiga al-Miqdad bin al-Aswat, Salman al-Farisi dan Abu Dzar al-Ghifari." (Raudhoh al-Kafi 8/246).

    Kalau kita tanyakan kepada orang-orang Yahudi: siapakah orang yang paling mulia dari umat kalian? Mereka pasti akan menjawab: mereka adalah para sahabat Musa, kalau kita tanyakan kepada orang-orang Nasrani: siapakah orang paling mulia dari umat kalian? Pasti mereka akan menjawab: mereka adalah para penolong Isa, kalau seandainya kita tanyakan kepada orang-orang syi'ah: siapakah orang yang paling jelek dalam pandangan dan akidah kalian?, mereka akan menjawab: mereka adalah para sahabat Muhammad shalallahu'alaihi wa sallam.

    Sesungguhnya para sahabat Nabi Muhammad mereka adalah orang-orang yang paling banyak mendapat celaan, hinaan dan laknat dari orang-orang syi'ah, lebih khusus Abu Bakar, Umar, Utsman, Aisyah dan Hafsah yang  keduanya istri Nabi shalallahu'alaihi wa sallam.  Makanya ada do'a untuk kedua berhala Quraisy: "Ya Allah laknatlah kedua berhala Quraisy -Abu Bakar dan Umar- dan kedua makanan mereka, kedua toghut mereka dan kedua anak perempuan mereka -Aisyah dan Hafshah..." dan do'a ini terdapat dalam buku-buku yang terpercaya.  Dan al-Khumaini selalu menbacanya setiap hari setelah selesai sholat subuh.

    Dari hamzah bin Muhammad al-Thayyar dia berkata: Abu Abdillah pernah menyebutkan kepada kami perihal Muhammad bin Abu Bakar dengan perkataanya: "Semoga Allah merahmatinya dan keselamatan atasnya", suatu hari Muhammad bin Abu Bakar berkata kepada Amirul Mukminin: "Bentangkanlah tanganmu lalu aku berbai'at kepadamu, beliau berkata: "Apakah kamu mau melakukannya?", dia berkata: "Ya, lalu dia julurkan tangannya", kemudian berkata: saya bersaksi bahwa engkau adalah Imam yang harus ditaati, dan sesungguhnya bapakku -Abu Bakar- dalam neraka".(Rijal al-Kasya 61).

    Dari Syu'aib dari Abu Abdillah 'alahissalam berkata: "Tidaklah dari ahlul bait kecuali didalam diri mereka ada  kemuliaan, dan orang yang paling mulia di kalangan ahlul bait adalah kejelekan Muhammad bin Abu Bakar." (al-Kasya 61).

    Adapun tentang Umar, berkata al-Sayyid Nikmatullah al-Jazairi: "Sesungguhnya Umar bin al-Khattab mengalami penyakit di duburnya tidak mereda kecuali dengan mani laki-laki." (al-Anwar al-Nikmaniyah 1/63).

    Ketahuilah bahwa di kota Kasyana di Iran di daerah yang bernama "Baghi Fin" didapati gua-gua yang tidak terlihat yang diperkirakan adalah kuburannya Abu Lu'lu'ah, orang Persia Majusi pembunuh Khalifah kedua Umar bin Al-Khattab, mereka menziarahinya mereka menggantungkan di atasnya tulisan berarti "pembaringan pintu si pemberani agama", dan pintu pemberani agama tadi dijadikan gelar untuk Abu Lu'lu'ah karena berani membunuh Umar bin Al-Khattab, dan di dindingnya dapat disaksikan tulisan dalam bahasa Persia "Maraka bir Abu Bakar, Maraka bir Umar, Maraka bir Utsman" yang artinya : kematian untuk Abu Bakar, kematian untuk Umar dan kematian untuk Utsman. Dan tempat ini dikunjungi oleh orang-orang Iran, dan disediakan tempat uang serta sedekah ke dalamnya, dan saya menyaksikan sendiri kondisi ini, dan dahulu Menteri Penerangan Iran memberikan kabar gembira akan memperluas dan merenovasinya, selain itu mereka akan mencetak foto  tempat ini di atas karton yang nantinya akan digunakan untuk mengirimkan surat dan perabotan kantor.

    Al-Kulaini meriwayatkan dari Abu Ja'far 'alaihissalam, dia berkata: "...Sesungguhnya dua orang tua -Abu Bakar dan Umar- mereka meninggal dunia dan belum bertaubat dan tidak menyebutkan apa yang telah mereka lakukan kepada Amirul Mukminin 'alahissalam, maka bagi mereka berdua laknat Allah, para malaikaat dan seluruh umat manusia." (Raudhah al-Kafi 8/246).

    Adapun tentang Utsman, diriwayatkan dari Ali bin Yunus al-Bayadhi: "Utsman termasuk teman permainannya dan dia seperti  banci" (al-Shirat al-Mustaqim 2/30). Tentang Aisyah, Ibnu Rajab al-Barsi pernah berkata: "Sesungguhnya Aisyah telah mengumpulkan empat puluh dinar dari hasil pengkhianatannya" (Masyarif Anwar al-Yaqin 86).

    Dan saya bertanya-tanya: "jikalau ketiga Khalifah tersebut seperti ini, lalu kenapa Amirul Mukminin berbai'at kepada mereka? Dan kenapa beliau menjadi wakil bagi ketiga khalifah tersebut selama mereka menjabat? Apakah karena beliau takut kepada mereka? Na'udzubillah."

    Kemudian kalau seandainya Khalifah yang kedua Umar bin al-Khattab mengalami penyakit di dubur beliau dan tidak sembuh kecuali dengan air mani sebagaimana yang dikatakan oleh al-jazairi, lalu bagaimana dengan putri Amirul Mukminin istri 'Umar Ummu Kultsum? Apakah dia mengalami penyakit itu juga, dan Amirul Mukminin tidak mengetahuinya dan diketahui oleh Sayyid al-Jazairi?!...pembahasan ini tidak banyak membutuhkan akal untuk mengkritiknya.

    Al-Kulaini meriwayatkan: "Sesunggunya semua manusia adalah anak-anak zina, atau anak hasil pelacuran, kecuali orang-orang syi'ah." (al-Raudhah 8/135).

    Karena itu mereka menghalalkan darah ahlussunnah dan harta mereka, dari Daud bin Farqat berkata: "Saya bertanya kepada Abu Abdillah 'alahissalam: apa pendapatmu hukum membunuh al-Nawasib?", beliau menjawab: "halal darahnya, tapi saya sarankan, kalau kamu mampu menutupinya dengan dinding atau kamu tenggelamkan dia di air agar orang lain tidak melihatmu, maka lakukanlah!" (Wasa'il al-Syi'ah 18/463), (Bihar Al-Anwar 27/231). Al-Khumaini mengomentari perkataan ini, dengan perkataannya: "kalau kamu bisa mengambil uangnya maka ambillah dan kirimkan kepada kami seperlimanya."

    Berkata Sayyid Nikmatullah al-Jazairi: "Ali bin Yaqtin Menteri Penerangan, mengumpulkan orang-orang yang menyelisihinya di penjarannya, lalu memerintahkan para pengawalnya untuk menghancurkan atap penjara, lalu mereka semuanya meninggal dan jumlah mereka lima ratus orang." (al-Anwar al-Nikamatiyah 3/308).

    Buku-buku sejarah telah menceritakan kepada kita, tentang apa yang terjadi di Baghdad ketika masuknya Holako, dan dia telah melakukan pembantaian terbesar dalam sejarah, dimana merubah aliran sungai Tigris menjadi merah karena banyaknya orang-orang ahlussunah yang dibunuh, maka sungai-sungai penuh dengan darah yang mengalir dari Sungai Tigris, hingga berubah warnanya menjadi merah, lalu sungai tersebut berubah lagi dengan warna biru karena banyaknya buku-buku yang dibuang ke dalamnya, ini semuanya disebabkan oleh kedua menteri al-Nashir al-Thusi dan Muhammad Bin al-Alqami, mereka berdua adalah perdana menteri untuk Khalifah Abbasiyah, dan keduanya adalah orang syi'ah, keduanya telah melakukan surat menyurat secara tersembunyi dengan Holako, dan memberikan jaminan baginya untuk bisa masuk ke Baghdad dan menjatuhkan daulah Abbasiyah dimana keduanya saat itu sedang menjadi perdana menteri, mereka berdua telah lama mendapat jabatan dalam menetapkan hukum, akan tetapi keduanya tidak ridha dengan khilafah tersebut karena mereka bermanhaj ahlussunnah, maka masuklah Holako ke Baghdad dan menjatuhkan Daulah Abbasiyah, dan keduanya terus menjabat hingga masa kekuasaan Holako sedangkan dia adalah seorang penyembah berhala.

    Karenanya Imam al-Khumaini begitu ridha kepada Ibnu Yaqtin, al-Thusi dan al-Alqami, dan menganggap apa yang mereka lakukan adalah bentuk pelayanan yang terbesar untuk agama Islam.

    Saya tutup pembahasan ini dengan kata terakhir yang mencakup seluruh pembahasan ini, yaitu perkataan Sayyid Nikamatullah al-jazairi terkait hukum bagi al-Nawasib (Ahlussunnah), dia berkata: "Mereka adalah orang-orang kafir lagi najis sesuai ijma' ulama' syi'ah al-imamiyah, dan mereka lebih buruk dibanding orang yahudi dan nasrani, diantara tanda-tanda orang Nasib, dia mendahulukan selain Ali dalam hal Imamah(khilafah)." (al-Anwar al-Nikmaniyah 2/206-207).

    Dengan demikian kita bisa melihat bahwa hukum syi'ah terhadap Ahlussunnah teringkas dalam beberapa hal berikut:

    Mereka dalah orang kafir, najis, lebih jelek dibanding orang yahudi dan nasrani, anak-anak zina, wajib mengambil harta mereka dan membunuh mereka, tidak mungkin akan bertemu dengan mereka dalam bentuk apapun baik dengan  Tuhan, Nabi maupun Imam, tidak boleh sama dengan mereka dalam perkataan dan perbuatan, wajib melaknat dan mencela mereka lebih-lebih generasi pertama mereka yang telah dipuji Allah dalam al-Qur'an, mereka orang-orang yang bersama-sama dengan Rasulullah shalallhu'alaihi wa sallam dalam berdakwah dan berjihad...kalau tidak demi Allah katakan kepadaku siapakah yang dahulu bersama Rasulullah shalallahu'alaihi wa sallam dalam setiap pertempuran ketika melawan orang-orang kafir? Maka keikutsertaan mereka dalam semua peperangan tersebut menunjukkan kebenaran keimanan dan jihad mereka, maka janganlah sekali-kali menoleh kepada perkataan para ahli fiqih kita.

    Ketika berakhirnya pemerintahan Ali Bahlawi di Iran karena pengaruh revolusi Islam dan menyerahkan segala urusan kepada Imam al-Khumaini, lalu para ulama syi'ah berkunjung kepadanya dan memberikan selamat dengan kemenangan yang agung ini, dengan berdirinya Negara syi'ah pertama di zaman modern yang dikuasai oleh para ahli fiqih. Dan saya berkewajiban untuk memberikan selamat secara pribadi, karena hubungan dekat saya dengan Imam al-Khumaini, lalu saya mengunjungi Iran lebih dari satu setengah bulan, karena pengaruh kembalinya Imam ke Teheran dari pengasingannya di Paris, beliau begitu hangat menyambutku, kunjunganku bersifat pribadi berbeda dengan utusan para ulama syi'ah Iraq.

    Dalam satu majlis khusus ketika bersama Imam, beliau berkata kepadaku: "Sayyid Husain, sekarang waktunya untuk merealisasikan wasiat para Imam, kita akan mengucurkan darah para ahlussunnah dan membunuh anak-anak mereka serta mempermalukan para wanitanya, kita tidak akan membiarkan satupun dari mereka yang luput dari penyiksaan, dan menjadikan harta mereka untuk orang-orang syi'ah ahlul bait, dan kita akan menghapus Makah dan Madinah dari muka bumi, karena kedua tempat ini telah menjadi markaz para wahabi, dan menjadikan Karbala sebagai tanah Allah yang mendatangkan barakah dan suci, serta menjadikannya kiblat umat manusia dalam sholat, dan kita akan mewujudkan cita-cita para Imam, saat ini telah berdiri daulah kita yang telah lama kita berjuang untuknya, maka tinggallah kita merealisasikannya..!!"

Catatan:

Ketahuilah bahwa dendam orang-orang syi'ah kepada ahlussunnah adalah dendam yang tidak ada tandingannya, oleh karenanya para ulama fiqih kami membolehkan berbohong kepada ahlussunnah dan menggelari mereka dengan pendusta, memfitnah mereka dan menyifati mereka dengan kejelekan.

Sekarang kita melihat sikap orang-orang syi'ah kepada ahlussunnah dengan pandangan dendam dengan adanya himbauan dari atasan.  Dan himbauan ini berlaku hingga setiap pribadi orang syi'ah wajibnya dendam dalam bentuk Negara, dan yayasan-yayasannya, lebih-lebih elemen yang krusial seperti tentara, dewan keamanan, media cetak dan lain sebagainya, lebih utama dalam bentuk partai.

Dan semuanya menunggu -tanpa kesabaran- waktu pengumuman untuk berjihad  melawan ahlussunnah, karena semua orang syi'ah mempunyai gambaran bahwa apa yang mereka lakukan semata-mata untuk melayani ahlul bait, dan mereka lupa bahwa yang mendorong mereka untuk melakukan hal ini adalah orang-orang yang .

........................................................................

*) Dikutip dari buku : "Demi Allah Dan Untuk Sejarah"

[1] Kenyataannya bahwa Allah adalah Rabb semesta alam, dan Nabi Muhammad adalah nabi-Nya serta Abu Bakar adalah Khalifahnya Nabi Muhammad untuk seluruh umat, baik kekhalifahan beliau yang syar'I maupun bukan. Maka perkataan al-Sayyid al-Jazairi sangat berbahaya, yaitu: apabila telah ditetapkan  bahwa Abu Bakar adalah khalifah Muhammad dan Muhammad adalah nabi Allah, maka sayyid al-Jazairi tidak mengakui Tuhan ini dan Nabi-Nya Muhammad, dan kenyataannya memang Abu Bakarlah Khalifah Muhammad baik Kekhalifahan beliau itu yang syar'I maupun bukan. Dan saya pernah bertanya kepada Imam al-Khao'I tentang hukum syar'I dalam pembahasan ini namun tidak secara langsung dalam satu cerita yang hampir mirip, beliau menjawab: Sesungguhnya yang mengatakan perkataan ini dia telah kafir kepada Allah, rasul-Nya dan ahlul bait 'alaihimussalam.




Tambahkan artikel ini pada website Social Bookmarking favorit anda
Reddit! Del.icio.us! Mixx! Free and Open Source Software News Google! Live! Facebook! StumbleUpon! Yahoo! Free Joomla PHP extensions, software, information and tutorials.
Last Updated ( Sunday, 02 May 2010 16:03 )
 
<< Start < Prev 1 2 3 4 5 6 7 8 9 Next > End >>

Page 1 of 9