Banner
Banner
Banner
Banner
Banner
Banner

Komentar Sahabat

Pluralisme Agama
apa pengertian anda tentang RAHMATALLIL ALAMIN
Dakwah Terbuka
Assalamualaikum.Wr.Wb. Apakah anda ingin mengetah...
Dakwah Terbuka
Apakah anda mengetahui makna dari pada ‘huruf’...
Dakwah Terbuka
Kalau Rasullullah SAW membenarkan 3 kali membaca Q...
Sejarah Singkat Ahma...
22.la vérité, malheureusement, pas uniforme. Voi...
Lia Eden
Fatwa MUI Tentang Malaikat Jibril Mendampingi Manusia PDF Print E-mail
(3 votes, average: 2.33 out of 5)
Tuesday, 02 June 2009 03:34

Dewan Pimpinan Majelis Ulama Indonesia, Setelah :

Memperhatikan :

  1. Surat dari Ir. Andan Naddriasta tanggal 4 Oktober 1997 yang bertanya dan mengharapkan ada penjelasan dari MUI tentang ajaran kelompok pengajian yang dipimpin oleh Ibu Lia Aminuddin, Jl. Mahoni 30 Jakarta Pusat 10460 Telp. 4207420- 4247218.
    Dalam surat itu dinyatakan antara lain, bahwa Ibu Lia Aminuddin ditemani (didampingi) oleh Malaikat Jibril. Pengajian atau ajaran yang disampaikan Ibu Lia itu pada hakekatnya adalah ajaran yang dibawa oleh Malaikat Jibril melalui Ibu Lia. Hal demikian, menurut pengirim surat, jelas dapat meresahkan karena bertentangan dengan akidah Islam.
  1. Penjelasan Ibu Lia Aminuddin kepada Sekretaris Komisi Fatwa MUI pada Selasa, 4 Nopember 1997, bahwa benar ia didampingi dan mendapat ajaran dari Malaikat jibril.
  1. Penjelasan Ibu Lia Aminuddin dalam sidang Komisi Fatwa tanggal 11 Nopember 1997 yang antara lain, mengatakan :
  1. Setelah merasa dikecewakan oleh pihak Anton Medan dan dua kyai (Nur Muhammad Iskandar dan Zainuddin MZ) mengenai Yayaan At-Taibin, Ibu Lia setiap malam menangis dan mengadu kepada Allah tentang ketidakadilan dan kebenaran yang dirasaknnya tidak ada. Ibu Lia yang mengaku sangat awam dalam bidang agama Islam - pada suatu malam mengalami suatu peristiwa : seluruh badan bergetar, keringat bercucuran, tetapi ia merasa kedinginan. Esok harinya tiba-tiba ia bisa melihat segala sesuatu (misalnya ia dapat mengetahui bahwa sebuah mobil yang dilihatnya adalah hasil korupsi) dan dapat mengobati berbagai penyakit.
  1. Setelah itu, ia didampingi Malaikat ghaib yang kemudian mendampinginya serta memberikan ajaran dan tuntunan agama Islam. Makhluk itu kemudian diketahui (mengaku) sebagai bernama Habib Al-Huda.
  1. Pada suatu hari, seorang pasien bernama Indra, menurut Ibu Lia, kasyaf jin memberitahukan bahwa pendamping Ibu Lia adalah Malaikat Jibril. Kemudian dihari lain, datang lagi seorang yang memberikan kesaksian serupa. Dan ketika Ibu Lia bertanya kepada pendampingnya tentang kebenaran kesaksian dua orang tersebut, pendamping itu membenarkan dan mengaku bahwa sebenarnya ia adalah Malaikat Jibril.
  1. Ibu Lia kemudian disuruh beribadah umrah oleh "jibril" untuk mendapat kesaksian (pembuktian) bahwa ia adalah Jibril. Sepanjang perjalanan umrah ia melihat peristiwa-peristiwa yang memberikan keyakinan kepadanya bahwa pendampingnya itu benar-benar Jibril.
  2. Ibu Lia juga menjelaskan bahwa ia dapat berkomunikasi dengan Jibrilnya jika ia memerlukan dan Jibril tidak bisa datang semaunya. Tegasnya, kedatangan Jibril bergantung kepada Ibu Lia, kecuali jika ada amanat yang harus disampaikan kepadanya.
  1. Keputusan Sidang komisi Fatwa dan Hukum Majelis Ulama Indonesia, pada hari Selasa, 11 Nopember 1997 dan 3 Desember 1997, yang membahas tentang "kemungkinan manusia pada saat ini (setelah wafat Nabi Muhammad  didampingi serta dapat berkomunikasi dan mendapat ajaran dari Malaikat Jibril".

Menimbang :

  1. Bahwa akidah (aqidah) dalam ajaran Islam mempunyai kedudukan sangat penting dan harus didasarkan pada dalil-dalil qath'I ; oleh karena itu, akidah tersebut harus dijaga dan dilindungi kemurniaannya.
  2. Bahwa masalah Jibril merupakan masalah penting yang menyangkut akidah Islam; oleh karena itu, akidah atau keimanan (kepercayaan) kepada Jibril harus berlandaskan dan tunduk kepada dalil-dalil qath'i.
  3. Bahwa menurut akidah Islam, Jibril hanya turun kepada para Nabi untuk menyampaikan wahyu Allah, dan mengingat Nabi Muhammad adalah Nabi terakhir, maka Jibril tidak lagi turun menemui manusia untuk menyampaikan wahyu.
  4. Bahwa pengakuan seseorang, dalam hal ini Ibu Lia Aminuddin, didampingi dan mendapat ajaran dari Jibril harus segera ditanggapi dan diluruskan oleh MUI.

Mengingat :

  1. Salah satu rukun iman dalam sistem akidah Islam - yang wajib diyakini dan menjadi akidah setiap muslim - adalah iman kepada malaikat. Cukup banyak Al-Qur,an menjelaskan hal ini; antara lain firman Allah :
    "Bukanlah menghadapkan wajahmu kearah timur dan barat itu suatu kebajikan. Akan tetapi, sesungguhnya kebajikan itu ialah beriman kepada Allah, hari kemudian, malaikat-malaikat, kitab-kitab, nabi-nabi...."(Al-Baqarah: 177)
    "...Barangsiapa yang kafir kepada Allah, malaikat-malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya, rasul-rasul-Nya, dan hari kemudian, maka sesungguhnya orang itu telah sesat sejauh-jauhnya". (An-Nisa: 136)

  1. Menurut ajaran Islam (Al-Qur,an), malaikat adalah makhluk ghaib dan termasuk kedalam hal (alam) yang ghaib. Mengenai hal yang ghaib, Allah berfirman:
    "(Dia adalah Tuhan) Yang mengetahui yang ghaib, maka Dia tidak memperlihatkan kepada seseorangpun tentang yang ghaib itu, kecuali kepada Rasul yang diridhoi-Nya, maka sesungguhnya Dia mangadakan penjaga-penjaga (malaikat) dimuka dan dibelakang". (Al-Jin: 26-27).
  2. Atas dasar itu, dalam melaksanakan keimanan kepada malaikat yang ghaib itu, setiap muslim yang yakin (beriman) bahwa sumber akidah dalam Islam mengenai persoalan ghaib hanyalah Al-Qur,an semata, harus tunduk dan mengikuti, serta terbatas pada keterangan yang dijelaskan oleh Al-Qur,an, baik menyangkut materi mereka, sifat, tugas, maupun dalam hal melihat mereka. Malaikat, dalam akidah muslim, adalah makhluk (alam) ghaib yang tidak dapat diketahui oleh manusia melalui idrak basyari (intelek manusia). Mereka hanya dapat diketahui melalui pemberitahuan valid (al-khabar as-sadiq) dari Allah Y, yaitu keterangan yang terdapat dalam Al-Qur,an. (Perhatikan Muhammad Syaltut, AL-Islam 'Aqidah wa Syari'ah, t.t.: Dar Al-Qalam, 1966, hal.32) Dengan kata lain, pengetahuan tentang malaikat haruslah berdasarkan wahyu.
  3. Perintah Al-Qur,an agar beriman kepada Malaikat tersebut, pada dasarnya, bukan hanya beriman dari sudut bahwa mereka adalah makhluk yang benar-benar semata, melainkan juga dari sudut tugas-tugas mereka yang berkaitan erat dengan misi penting ajaran agama, yaitu, antara lain, pembersihan jiwa (at-tahzib an-nafsiy) dan pengarahan terhadap kebaikan. (perhatikan   ibid, hal. 35)

  1. Al-Qur,an telah menjelaskan sifat-sifat malaikat, diantaranya ialah :
    1. Bahwa malaikat itu suci dari sifat-sifat manusia (al-a'rad al-basyariyah) seperti lapar, sakit, makan, tidur, bercanda, berdebat, dst. Hal ini ditunjukkan oleh Allah, melalui dolalah iltizam, dalam firmannya :
      "Mereka (malaikat) selalu bertasbih (beribadah kepada Allah) pada waktu malam dan siang hari tiada henti-hentinya". (Al-Anbiya: 20)
    1. Bahwa malaikat itu selalu takut (al-khauf) dan taat kepada Allah, sebagaimana dijelskan dalam firman-Nya :
      "Mereka (malaikat) takut kepada Tuhan mereka yang diatas mereka dan melaksanakan apa yang diperintahkan (kepada mereka)". (An-Nahl: 50)
      "Dan mereka berkata, 'Tuhan Yang Maha Pemurah telah mengambil (mempunyai anak)'. Maha Suci Allah. Sebenarnya (malaikat-malaikat itu) adalah hamba-hamba yang dimuliakan, mereka itu tidak mendahului-Nya dengan perkataan dan mereka mengerjakan perintah-perintah-Nya. Allah mengetahui segala apa yang ada dihadapan mereka (malaikat) dan yang ada dibelakang mereka,dan mereka tiada memberi syafaat melainkan kepada orang yang diridhai Allah, dan mereka itu selalu berhati-hati karena takut kepada-Nya". (Al-Anbiya: 26-28)
    1. Bahwa malaikat itu selalu taat kepada Allah , tidak durhaka (melakukan maksiat) kepada-Nya. Hal ini sebagaimana ditegaskan dalam surat Al-Anbiya: 26-28 diatas dan dalam firman-Nya :
      "....Mereka (malaikat) tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang diperintahkan-Nya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan". (At-Tahrim:6)
      Termasuk durhaka kepada Allah adalah berbohong. Dengan demikian, tidak mungkin ada malaikat berbohong, seperti hari ini ia mengaku bernama Jibril dan esok harinya atau kemaren mengaku selain Jibril.

    1. Bahwa malaikat itu mempunyai sifat malu. Hal ini sebagaimana dijelaskan oleh Nabi :
      ا أستحي من رجل تستحي منه الملائكة.
      "Bagaimana aku tidak mali terhadap seorang laki-laki yang malaikat pun malu terhadapnya". (HR. Muslim)

    1. Bahwa malaikat itu merasa sakit (tidak suka, terganggu) dengan hal-hal yang tidak disenangi (makruh), misalnya bau tidak sedap, demikian juga anjing dan patung, sebagaimana halnya manusia, Nabi menjelaskan :
      "Barang siapa makan bawang putih, bawang merah, dan bawang bakung janganlah mendekati masjid kami, karrena malaikat merasa sakit (terganggu) dengan hal-hal yang membuat manusia pun meraa sakit". (HR. Muslim)

عن سالم عن أبيه قال: وعد النبي e جبريل فراث عليه حتى اشتد على النبي e

فخرج النبي e فلقيه فشكاإليه ما وجد فقال له إنا لا ندخل بيتا فيه صورة ولا كلب

"Dari Salim, dari ayahnya, ia berkata: Jibril berjanji kepada Nabi, namun kemudian ia terlambat datang sehingga hal itu menyusahkan hati Nabi. Kemudian Nabi keluar dan dijumpai Jibril. Nabi mengadu kepadanya tentang apa yang ia dapatkan. Jibril menjawab:'Kami tidak akan masuk kedalam rumah yang didalamnya terdapat gambar dan anjing". (Matan Al-Bukhari bihasyiyah As-Sindi, Bairut:Dar Al fikr,1995),jilid IV hal. 53)

  1. Malaikat Jibril, sebagai salah satu malaikat, yang menurut Al-Qur,an mempunyai nama lain seperti Ar-Ruh, Ar-Ruh Al-Qudus, dan Ar-Ruh Al-Amin, tentu memiliki sifat-sifat malaikat pada umumnya. Disamping itu, Malaikat Jibril memiliki sifat lain dan tugas tertentu, antara lain sebagaimana ditegaskan dalam :

    1. Firman Allah:
      "Sesungguhnya Al-Qur,an itu benar-benar firman (Allah yang dibawa oleh) utusan yang mulia (Jibril), yang mempunyai kekuatan, yang mempunyai kedudukan tinggi disisi Allah yang mempunyai 'Arasy yang ditaati disana (di alam malaikat) lagi dipercaya. Dan temanmu (Muhammad) itu bukanlah sekali-kali orang yang gila, dan sesungguhnya Muhammad itu melihat diufuk yang terang ".(at-Takwir: 19-23)
      Ayat diatas tidak hanya menjelaskan sifat malaikat Jibril, tetapi juga menjelaskan tugasnya, yaitu menjadi perantara (delegasi) antara Allah dengan Rasul-Nya; ia menurunkan (membawa) wahyu (Al-Qur,an) kepada Nabi Muhammad.
    1. Firman Allah :
      "Dan sesungguhnya Al-Qur,an ini benar-benar diturunkan oleh Tuhan semesta alam, dia dibawa turun oleh Ar-Ruhu Al-Amin (Jibril) kedalam hatimu (Muhammad) agar menjadi salah seorang diantara orang-orang yang memberi peringatan". (Asy-Syua'ra:1992-194)
      Ayat Asy-Syua'ra diatas menegaskan bahwa (1) Malaikat Jibril mempunyai tugas menyampaikan/menurunkan pesan dan ajaran dari Allah, (2) pesan dan ajaran yang dibawa turun oleh Malaikat Jibril adalah kalam (wahyu dari) Allah, dalam hal ini Al-Qur,an, (3) wahyu tersebut dibawa turun oleh Malaikat Jibril kedalam hati (kalbu) Nabi Muhammad, dan (4) bahwa tujuan penurunan wahyu kepada Nabi Muhammad ialah agar ia menjadi Nabi (munzir). Atas dasar ini , maka (1) tidak dapat dibenarkan jika Jibril membawa turun selain wahyu, misalnya pendapat atau penjelasan dari Jibril sendiri, baik kepada Nabi Muhammad maupun orang lain, (2) sesudah Nabi Muhammad wafat Jibril tidak akan menurunkan wahyu maupun ajaran kepada siapapun, karena Nabi Muhammad adalah Nabi terakhir dan ajaran Allah untuk umat manusia telah dinyatakan sempurna. Dua hal disebut terakhir ini, yakni bahwa Nabi Muhammad adalah Nabi terakhir dan bahwa ajaran Allah untuk umat manusia telah sempurna dijelaskan dalam firman Allah:
      "Muhammad itu sekali-kali bukanlah bapak dari seorang laki-laki diantara kamu, tetapi ia adalah Rasululloh dan penutup nabi-nabi. Dan Allah Maha Mengetahui segala sesuatu". (Al-Ahzab: 40)
      "Pada hari ini telah Kusempurnakan untuk kamu agama-mu, dan telah Ku cukupkan kepadamu nikmat-Ku. Dan telah kuridhoi Islam itu jadi agama bagimu". (Al-Maidah: 3)

7.      Jibril, sebagaimana dijelaskan diatas, hanyalah bertugas menyampaikan wahyu dari Allah dan ia tidak diberi wewenang oleh Allah untuk menjelaskan kandungan (isi dan maksud)-nya. Dalam hal Al-Qur,an, tugas menjelaskannya dibebankan kepada Nabi, sebagaiman dikemukakan dalam firman Allah:

"...Dan Kami turunkan kepadamu (Muhammad) Al-Qur,an, agar kamu menerangkan kepada umat manusia apa yang telah diturunkan mereka supaya mereka memikirkan". (An-Nahl:44)

Selain Nabi, tugas menjelaskan Al-Qur,an juga menjadi tanggung jawab para ulama. Hal ini sebagaimana ditegaskan dalam firman Allah, antara lain:

"....Maka bertanyalah kepada orang yang mempunyai pengetahuan (ulama) jika kamu tidak mengetahui". (An-Nahl:43)

Jelaslah kiranya bahwa malaikat, termasuk juga Jibril, menurut Al-Qur,an tidak mempunyai wewenang untuk menafsirkan atau menjelaskan maksud Al-Qur,an; sedangkan pengetahuan tentang tugas-tugas malaikat haruslah berdasarkan wahyu (Al-Qur,an dan Hadits) sebagaimana telah dikemukakan diatas. Dengan demikian, pengakuan siapapun bahwa Jibril telah menafsirkan Al-Qur,an tidak dapat dibenarkan.

8.      Ayat lain yang menjelaskan bahwa tugas Jibril adalah menyampaikan wahyu antara lain:

"Dan tidak ada bagi seorang manusia pun bahwa Allah berkata-kata dengan dia kecuali dengan perantaraan wahyu atau dibelakang tabir atau dengan mengutus seorang utusan (malaikat) lalu diwahyukan kepadanya dengan seizin-Nya apa yang dia kehendaki. Sesungguhnya Dia Maha Tinggi lagi Maha Bijaksana". (Asy-Syura: 51)

"Pada malam itu turun malaikat-malaikat dan malaikat Jibril dengan izin Tuhannya untuk mengatur segala urusan". (Al-Qadr: 4)

9.      Sebagaimana malaikat pada umumnya yang tidak akan pernah melakukan maksiat, misalnya melihat aurat, Malaikat Jibril tidak akan mau masuk kedalam suatu rumah yang didalamnya ada aurat terbuka.

Ini dapat diketahui dari hadits berikut:

"Terdapat keterangan (hadits) bahwa Khadijah Radhiyallahu Anha , pernah mencoba (menguji) turunnya wahyu kepada Rasululloh dengan melepaskan kerudung dari kepalanya. Jika ia membuka rambutnya, tenanglah keadaan Rasul; dan jika ia menutup rambutnya keadaan Rasul seperti semula. Hal itu ia lakukan karena ia mengetahui bahwa Malaikat Jibril tidak akan masuk kedalam rumah yang didalamnya ada seorang perempuan yang terbuka kepalanya. Oleh karena itu, ketika membuka kepalanya ia (Khadijah) bertanya kepada Rasul:'Apakah kita melihatnya? Rasul menjawab, 'Tidak!' Khadijah berkata:'Wahai putra paman! Tabah dan bergembiralah! Demi Allah! (yang datang kepada engkau) itu adalah malaikat, dan bukanlah syaitan'." (Sayyid Sabiq, Aqidah Islamiyah hal. 268)

10.  Malaikat Jibril hanya turun dan datang kepada Nabi Muhammad atas izin dan perintah Allah. Tanpa izin dan perintah Allah ia tidak akan turun, betepapun Nabi Muhammad sangat menginginkan dan mengharapkannya. Cukup banyak peristiwa yang memerlukan segera mendapat jawaban dan penjelaan wahyu, tetapi Jibril tidak kunjung datang membawa wahyu. Contoh penantian Nabi yang paling mendesak adalah peristiwa yang menggemparkan yang menuduh Aisyah RodiyAllahu Anha, istri Nabi, berbuat serong (hadits al ifki).

Disamping itu, Nabi pernah meminta kepada Jibril agar lebih sering datang mengunjungi Nabi, tetapi Jibril menjawab bahwa kunjungannya harus atas izin Allah. Hal ini jelas dalam hadits berikut:

"Imam Bukhori dan Ahmad meriwayatkan dari Ibnu Abbas bahwa Rasululloh berkata kepada Jibril :

أ

ما يمنعك أن تزونا أكثر مما  تزورنا قال فنزلت (وما نتنزل إلا بأمر ربك، له ما بين أيدينا وما خلفنا وما بين ذلك وما كان ربك نسيا (

 

"Apa yang menghalangimu untuk berkunjung kepada kami lebih sering dari kunjunganmu selama ini? Nabi berkata. Lalu turunlah ayat: 'Dan tidaklah kami (Jibril) turun kecuali dengan perintah Tuhanmu. Kepunyaannyalah apa-apa yang ada dihadapan kita, apa-apa yang ada dibelakang kita dan apa-apa yang ada diantara keduanya, dan tidaklah Tuhanmu lupa". (Maryam: 64)- lihat Matan Al-Bukhari bi Hasyiyah As-Sindi, (Bairut: Dar Al-Fikr, 1995) jilid II hal. 245)

Dengan memohon taufik dan hidayah kepada Allah

Memutuskan :

1. Memfatwakan :

a.       Keyakinan atau aqidah tentang malaikat, termasuk Malaikat Jibril, baik mengenai sifat maupun tugasnya harus didasarkan pada keterangan atau penjelasan dari wahyu (Al-Qur,an dan hadits).

b.      Tidak ada satupun ayat maupun hadits yang menyatakan bahwa Malaikat Jibril masih diberi tugas oleh Allah untuk menurunkan ajaran kepada umat manusia, baik ajaran baru maupun ajaran yang bersifat penjelasan terhadap ajaran agama yang telah ada. Hal ini karena ajaran Allah telah sempurna.

c.       Pengakuan seseorang bahwa dirinya didampingi dan mendapat ajaran keagamaan dari Malaikat Jibril bertentangan dengan Al-Qur,an. Oleh karena itu, pengakuan tersebut dipandang sesat dan menyesatkan.

2. Menghimbau :

Kepada:

a.       Ibu Lia Aminuddin (dan jamaahnya), dan orang lain yang memiliki keyakinan serupa, yakni keyakinan bahwa dirinya mendapat ajaran agama dari Malaikat Jibril, agar kembali mendalami ajaran Islam, terutama dalam bidang akidah, dengan memahami dan mempelajari Al-Qur,an dan hadits kepada ulama, dan menurut kaidah-kaidah yang telah dirumuskan dan diakui kebenarannya oleh para ulama sebagai pedoman dalam mempelajari Al-Qur,an dan hadits.

b.      Masyarakat, umat Islam, agar berhati-hati dan tidak mengikuti akidah yang bertentangan dengan Al-Qur,an dan hadits.

c.       Majelis Ulama Indonesia bersedia memberikan bimbingan dan pengarahan kepada Ibu Lia Aminuddin dan jamaahnya, serta orang lain yang memiliki keyakinan serupa, tentang akidah Islam.

d.      Surat keputusan ini berlaku sejak tanggal ditetapkan dengan ketentuan bila dikemudian hari terdapat kekeliruan dalam keputusan ini akan diadakan pembetulan sebagaimana mestinya.

Ditetapkan di      : Jakarta

Pada Tanggal      : 22 Desember 1997

 

DEWAN PIMPINAN

MAJELIS ULAMA INDONESIA

KETUA KOMISI FATWA

 

 

ttd

 

 

Prof.KH. Ibrahim Hosen, LML

 

 

 

 

KETUA UMUM                                       SEKRETARIS

 

ttd                                                              ttd

 

 

 

KH. Hasan Basri                                  Drs. HA. Nazri Adlani



Tambahkan artikel ini pada website Social Bookmarking favorit anda
Reddit! Del.icio.us! Mixx! Free and Open Source Software News Google! Live! Facebook! StumbleUpon! Yahoo! Free Joomla PHP extensions, software, information and tutorials.
Last Updated ( Tuesday, 02 June 2009 03:48 )
 
<< Start < Prev 1 2 Next > End >>

Page 1 of 2