Jamaah Islamiyah (Tinjauan Kritis) Bag I PDF Print E-mail
(2 votes, average: 2.00 out of 5)
Saturday, 25 July 2009 19:44

 
Abu Abdillah. Lc *
 


Jumat 17-7-2009, Hotel JW Marriott dan Ritz Carlton kembali diledakkan oleh bom teroris dan memakan korban jiwa, kelompok Noordin M Top (JI) diduga pelaku terror ...


1. SEJARAH SINGKAT JAMAAH ISLAMIYAH

Al-Jamaah Al-Islamiyah atau yang lebih populer disebut Jamaah Islamiyah yang disingkat JI mendadak menjadi populer dan jadi bahan berita yang menggegerkan dan menghebohkan baik dalam skala nasional maupun dunia Internasional, ketika pada tanggal 12 Oktober 2002 terjadi ledakan bom yang berkekuatan tinggi di pusat wisata di Legian Bali. Tak kurang dari 203 orang meninggal dunia dan ratusan mengalami cedera dan cacat dari yang ringan sampai yang permanen seumur hidup. Ledakan dahsyat juga terjadi pada 5 Agustus 2003 di Hotel JW Marriot, disusul kemudian pada tanggal 9 September 2004 meledak  pula bom didepan Kedutaan Besar Australia, Kuningan, Jakarta. Baik di Hotel JW Marriot maupun didepan Kedubes Australia, masing-masing menewaskan 10 orang dan puluhan lainnya mengalami cedera.

Tiga ledakan bom yang berkekuatan tinggi yang terjadi di Indonesia tersebut dilakukan oleh kelompok yang menamakan dirinya Jamaah Islamiyah. Nama ini menjadi kontroversi sejak pertama kali disebutkan, banyak pihak tak mempercayai keberadaannya, apalagi sampai melakukan peledakan bom yang begitu dahsyat tersebut. Akan tetapi menurut salah seorang mantan petinggi Jamaah Islamiyah yang keluar dari Jamaah tersebut yaitu Nasir Abas, dan 5 anggota JI lainnya bahwa JI itu benar adanya. Kemudian Nasir Abas membukukan pengalamannya selama menjadi anggota sampai menjadi petinggi JI yaitu pimpinan Mantiqi Tsalits sampai keluar pada tahun 2003. Bukunya yang menjadi best seller tersebut berjudul "Membongkar Jamaah Islamiyah, Pengakuan Mantan Anggota JI" yang diterbitkan Grafindo Khazanah Ilmu, Jakarta.

Menurut Nasir Abas, dalam bukunya tersebut bahwa Al-Jamaah Al-Islamiyah merupakan organisasi rahasia (tandzim sirri) yang dibentuk sekitar bulan Januari 1993, dan merupakan pecahan dari Jamaah Darul Islam (DI) atau yang dikenal dengan nama Negara Islam Indonesia (NII). Khususnya setelah terjadi perpecahan ditubuh NII tersebut antara Abdullah Sungkar (ust. Abdul Halim) dan Abu Bakar Ba'asyir (ust. Abdus Somad) disatu sisi dengan Ajengan Masduki disisi yang lain.

Selain pengakuan Nasir Abas tersebut sebelumnya sekitar September 2003 ada lima orang mantan anggota JI yang pernah mengungkapkan keberadaan Jamaah Islamiyah dihadapan KH Amidhan dari MUI, Idrus Marham dari KNPI dan Naufal dari Perwakilan Front Hizbullah.

Pengakuan lima orang mantan anggota JI tersebut sedikit berbeda dengan pengakuan Nasir Abas, mereka menyebutkan bahwa JI dirintis sejak tahun 1992 di Malaysia, yang dirintis oleh Abdullah Sungkar (ust. Abdul Halim) dan Abu Bakar Ba'asyir (ust. Abdus Somad) dengan cikal bakal basis gerakan Darul Islam (DI) atau Negara Islam Indonesia (NII). Mereka juga mengaku terlibat didalam konflik Maluku, Ambon dan Poso.

Pasca wafatnya ust. Abdul Halim (Abdullah Sungkar) pada akhir tahun 1999, menurut ke lima mantan anggota JI tersebut, terjadi perpecahan dalam tubuh JI menjadi tiga faksi. Faksi pertama adalah Faksi Idiologis yang tetap dalam garis khittah PUPJI (Pedoman Umum Perjuangan Jamaah Islamiyah) yang berformat Dakwah dan Jihad dengan struktur gerakan bersifat klandestein dibawah kepemimpinan Abu Rushdan, terhitung sejak Abu Bakar Ba'asyir menjadi Amir MMI (Majlis Mujahidin Indonesia) tahun 2000.

Faksi kedua, Faksi Moderat dengan struktur organisasi legal dan terbuka, tidak berafiliasi kepada partai, dan memperjuangkan tegaknya Syariat Islam dibumi Nusantara. Format gerakan mereka dengan wadah MMI (Majlis Mujahidin Indonesia) yang berbasis anggota heterogen dan bervariasi yang tidak mesti mantan mujahidin Afghan, Moro, Ambon dan Poso dan dipimpin Abu Bakar Ba'asyir. Dan belakangan pada tahun 2008 kemarin terjadi perpecahan ditubuh MMI dan Abu Bakar Ba'asyir memisahkan diri dan membentuk wadah tersendiri yang bernama Anshorut Tauhid.

Faksi ketiga adalah JI faksi liar, radikal dan ekstrem yang terlibat dalam berbagai aksi kekerasan bom, seperti bom kedubes Filiphina, Natal 2000, Legian Bali dan JW Marriot Jakarta. Faksi ini berada dibawah komando Hambali dan Zulkarnaen. Faksi ini terpengaruh dengan organisasi Alkaidah pimpinan Usamah bin Laden.

Menurut Nasir Abas Al-Jamaah Al-Islamiyah adalah sebuah organisasi atau jemaah yang terdiri dari orang-orang muslim yang memiliki seorang pimpinan yang disebut sebagai Amir Jamaah. Dan Jamaah ini bukan Jamaatul Muslimin yang berarti seluruh kaum muslimin di dunia akan tetapi Jamaatul Minal Muslimin, maksudnya adalah kelompok atau organisasi yang terdiri dari sebagian orang muslim saja, bukan semua kaum muslimin di seluruh dunia. Jamaah atau kelompok ini kemudian dinamakan Al-Jamaah Al-Islamiyah. Kemudian lebih populer dengan sebutan Jamaah Islamiyah karena sebutan iu lebih mudah diungkapkan oleh mulut orang melayu, bahkan terkadang cukup dengan disingkat menjadi JI saja.

Apakah Al-Jamaah Al-Islamiyah ini ada kaitannya dengan yang ada di India atau dengan yang ada di Mesir? Allahu A'lam yang jelas Nasir Abas sendiri menuturkan bahwa asal-usul nama ini ia tidak mengetahuinya. Ia mengetahui nama ini dari sejumlah anggota senior Jamaah ini seperti ust. Zulkarnaen, ust Muklas, ust. Mustapha, Hambali, ust. Mustaqim, ust Afit dan yang lainnya yang menjadi senior dan atasan dia.

Dalam tubuh Jamaah ini menerapkan struktural kepemimpinan dengan jalur komando, jadi ada pimpinan (amir) jamaah yang harus ditaati dan ada anggota yang harus mentaati. Tidak semua orang dengan gampang menjadi anggota jamaah ini, ada sejumlah proses seleksi dan persyaratan yang harus dilalui dan dipenuhi. Dan untuk mengetahui seseorang sebagai anggota Al-Jamaah Al-Islamiyh adalah apabila ada anggota Al-Jamaah Al-Islamiyah yang telah menjadi anggota memperkenalkannya, tanpa perlu pembuktian tertulis atau diuji.

Dan biasanya dalam memperkenalkan anggota baru tersebut bahasa yang digunakan adalah "ini ikhwan kita" atau "mereka ikhwan-ikhwan kita". Dan juga bisa diketahui bahwa seseorang sebagai anggota Al-Jamaah Al-Islamiyah apabila orang tersebut mengikuti kegiatan yang khusus untuk kalangan Anggota Al-Jamaah Al-Islamiyah seperti majelis-majelis pengajian untuk kalangan anggota, rapat-rapat, kegiatan latihan fisik indoor atau outdoor, rekreasi perkemahan dan tempat-tempat latihan kemiliteran yang hanya disediakan untuk kalangan Al-Jamaah Al-Islamiyah.

Rata-rata anggota Al-Jamaah Al-Islamiyah adalah orang-orang yang pernah menempuh pendidikan militer di Afganistan dan berjihad dibumi Afganistan bersama mujahidin setempat untuk mengusir tentara Rusia, dan sebagiannya pernah menjadi instruktur pelatihan militer di kamp Hudaybiyah, Mindanao Filipina Selatan dan ada juga yang menempuh pendidikan militernya disana dan membantu 'mujahidin' disana dalam memerdekakan dirinya dari Filipina.

Dalam Al-Jamaah Al-Islamiyah terdapat empat Mantiqi (wilayah gerakan), Mantiqi ula (I) yang meliputi Malaysia Barat (semenanjung) dan Singapura, Mantiqi tsani (II) yang meliputi Indonesia, yaitu pulau Sumatra, pulau Jawa, pulau Bali, NTB, NTT, Mantiqi tsalis (III) yang meliputi Sabah Malaysia, Kalimantan Timur Indonesia, pulau Sulawesi Tengah Indonesia dan Miandanao Filipina Selatan (termasuk kamp latihan Hudaybiyah) dan daerah Poso, Mantiqi ukhro (atau mantiqi lain yang belum sempurna) yang meliputi sebagian Australia.

Keanggotaan para pelaku bom Bali yang telah dieksekusi mati didalam struktur organisasi Al-Jamaah Al-Islamiyah adalah; Mukhlas (Ali Ghufron) sebagai ketua Mantiqi I, Imam Samudra sebagai anngota Wakalah Selangor dan  Amrozi sebagai anggota Wakalah Johor.

  1. SYARAT-SYARAT MENJADI ANGGOTA AL-JAMAAH AL-ISLAMIYAH

Orang-orang yang ingin menjadi anggota Al-Jamaah Al-Islamiyah harus memenuhi persyaratan-persyaratan berikut ini:

  1. Harus beragama Islam, karena organisasi Al-Jamaah Al-Islamiyah adalah organisasi Islam.
  2. Harus memahami ajaran Allah dan Rasul-Nya tentang perlunya berjamaah.
  3. Sebelum ditawarkan untuk iltizam (bergabung kedalam jamaah), umat Islam diberikan program tholabul 'ilmi (menuntut ilmu pengetahuan) berupa pengajian-pengajian dan kursus-kursus agama selama kurang lebih satu setengah tahun hingga dua tahun, supaya orang-orang yang ikut bersama organisasi Al-Jamaah Al-Islamiyah dalam keadaan sadar dan faham berdasarkan pengetahuan yang ada menurut Al-Quran dan As-Sunnah, harus menerima Ushulul Manhaj Al-Harakiy Li-Iqomatid Dien, karena itu adalah prinsip gerakan Al-Jamaah Al-Islamiyah. (Akan dijelaskan dibawah), bermubaya'ah atau berbai'at dengan Amir Jamaah Al-Jamaah Al-Islamiyah, adalah sebagai sebuah pernyataan ikatan setia untuk beramal soleh sesuai syariat Islam. Bai'at (disebut juga bai'ah) yang diucapkan oleh Bai'at Amal bukan yang dimaksudkan bai'at janji setia kepada Amir Al-Jamaah Al-Islamiyah dan bukan pula seperti bai'at kepada Khilafah. Bai'at ini dapat dilakukan secara langsung dengan berjabat tangan kepada Amir Jamaah ataupun secara tidak langsung kepada Amir Jamaah (yaitu dengan cara Amir Jamaah mewakilkan pengangkatan bai'at itu kepada orang yang ditunjuknya).
  4. Harus aqil baligh. Organisasi ini diperuntukkan kepada orang dewasa saja sebab anak-anak belum layak untuk bergiat atau beraktivitas didalam organisasi.
  5. Dan, akhirnya harus melewati tahapan Tamhish (penseleksian) supaya terseleksi dan diyakini bahwa seseorang itu masuk kedalam organisasi Al-Jamaah Al-Islamiyah secara sadar serta bersungguh-sungguh untuk memperjuangkan Islam dan supaya dapat dipastikan bahwa ia bukan bagian dari penyusupan musuh.

Tholabul 'ilmi (menuntu ilmu) yang dimaksud adalah program pendidikan kepada masyarakat baik Muslim maupun non Muslim yang dilaksanakan secara bertahap. Tahapan-tahapan pendidikan tersebut adalah sebagai berikut:

Pertama: Tahapan Tabligh, yaitu pendidikan yang diberikan ini bersifat kepada masyarakat umum tanpa batas jumlah dan tempat seperti sekolah, pesantren, masjid, tabligh akbar dan media cetak atau elektronik.

Kedua: Tahapan Taklim, yaitu pemberian materi pendidikan dalam bentuk kursus-kursus yang terbatas jumlah partisipan. Seperti kursus bahasa Arab, Haji dan Umrah dan lain-lain.

Ketiga: Tahapan Tamrin, partisipan terdiri dari orang-orang tertentu yang ditawarkan untuk mengikuti pengajian tertutup yang  terdiri dari kenalan-kenalan yang pernah mengikuti program-program pada tahapan Tabligh dan Taklim. Pada tahapan ini para partisipam mula diberikan materi (subjek) Islamiy secara berturut yaitu Usuluts Tsalasah, Aqidah, Islam, Iman, Akhlak, Ibadah dan Sirah Nabi.

Keempat: Tahapan Tamhish, yaitu tahapan lanjutan dari Tahapan Tamrin. Partisipan yang masih tersisa dan tetap istiqomah (setia) mengikuti pengajian di Tahapan Tamrin akan diberikan materi lanjutan yaitu Hijrah, Jihad, Imamah dan Bai'ah. Sekaligus pada tahapan ini disampaikan juga materi 10 prinsip Ushulul Manhaj Al-Harokiy Li-Iqomatid Dien, yaitu prinsip gerakan Al-Jamaah Al-Islamiyah. Pada tahapan ini ada orang yang ditugaskan untuk mempelajari latar belakang partisipan agar partisipan tersebut benar-benar ikhlas dan bersungguh-sungguh.

Partisipan yang telah dinilai lulus pada Tahapan Tamhish akan diberi tawaran untuk bergabung didalam jamaah (komunitas) tanpa menyebutkan nama jamaah yang akan dia bergabung. Orang yang akan menilai seseorang itu lulus untuk diberikan tawaran iltizam (bergabung) adalah pembinanya yaitu ustadz dalam sebuah pengajian dan biasanya orang-orang yang telah melewati tahapan-tahapan seperti yang diatas akan menerima tawaran tersebut. Maka mereka akan menjalankan praktikal berbai'at untuk bergabung sebagaimana prosedur yang telah ditetapkan didalam aturan Al-Jamaah Al-Islamiyah.

Orang yang berwenang menerima pengangkatan bai'at adalah Amir Jamaah Al-Jamaah Al-Islamiyah, dan boleh juga Amir Al-Jamaah Al-Islamiyah mewakilkan kepada orang lain untuk menerima bai'at seseorang. Dan lafaz bai'at yang menjadi akad ijab qobul yang diucapkan sebagai persyaratan keanggotaan adalah seperti berikut (sambil berjabat tangan):

 

-       Amir Jamaah (orang yang diwakilkan menerima bai'at) akan menyebutkan: "Wajib keatas Anda untuk memenuhi janji Allah dan Mistaq-Nya, yaitu hendaklah anda berwala' kepada orang yang berwala' kepada Allah dan RasulNya, dan hendaklah anda memusuhi orang yang memusuhi Allah dan RasulNya, dan hendaklah anda saling bantu membantu diatas kebenatan dan ketaqwaan, dan janganlah anda saling bantu membantu dalan (urusan) dosa dan permusuhan. Dan apabila kebenaran ada bersama ku (Amir Jamaah) maka hendaklah anda membantu kebenaran itu dan sekiranya aku diatas kebatilan maka janganlah anda membantu kebatilan itu",

-       Lalu orang yang berbai'at mengucapkan, " Aku menerima bai'at ini semampuku".

Kewajiban yang harus dilaksanakan oleh seseorang yang telah diakui sebagai anggota Al-Jamaah Al-Islamiyah adalah sebagai berikut:

  1. Mendengar dan taat kepada Amir menurut kemampuannya dalam hal-hal yang tidak maksiat.
  2. Mentaati peraturan Jamaah.
  3. Meminta ijin kepada Amir dan atau Mas'ulnya masing-masing yang bertugas dalam urusan jamaah apabila ada uzur.
  4. Tidak melakukan sesuatu yang mengakibatkan madharat kepada jamaah.
  5. Membantu Amir apabila benar dan meluruskannya bila berbuat salah.
  6. Membela Amir dan melindungi Amir.
  7. Saling membela dan melindungi anggota yang lain.

Keanggotaan dan aktivitas organisasi Al-Jamaah Al-Islamiyah tidak terbatas di sebuah negara saja, tetapi jamaah ini bersifat 'alamiy, maksud 'alamiy adalah internasional, yaitu keanggotaan, pergerakan dan aktivitas organisasi Al-Jamaah Al-Islamiyah bisa dilaksanakan dimana-mana, didalam dan diluar negri yang tidak ditentukan. Sebagaimana di dalam Al-Jamaah Al-Islamiyah terdapat empat Mantiqi, yaitu 4 wilayah gerakan dakwah tanpa dibatasi wilayah resmi sebuah negara.

Untuk mencapai sasaran terbentuknya sebuah Negara Islam atau Daulah Islam yang menjadi tujuan akhir, maka Al-Jamaah Al-Islamiyah menentukan cara dan langkah yang harus ditempuh yaitu:

  1. Dakwah Islam (seruan dan ajakan).
  2. Tarbiyah (pendidikan).
  3. Amar ma'ruf dan Nahi'anil Munkar (teguran dan perbaikan).
  4. Hijrah (berpindah untuk menyelamatkan Iman dan Aqidah kesuatu tempat atau wilayah yang aman), dan Jihad fi sabilillah (mempertahankan dengan kekuatan akan kedaulatan wilayah Negara Islam yang sudah dibentuk).

Langkah -langkah yang disebutkan ini adalah berlandaskan tuntunan Rasulullah e dan perintah Allah Y yang termaktub didalam Al-Qur,an. Dan apa yang saya mengerti tentang tujuan Al-Jamaah Al-Islamiyah dari Jihad fi sabilillah dengan penggunaan kekuatan bukan berarti digunakan untuk menbuat kerusakan dimuka bumi dengan melakukan aksi-aksi kekerasan seperti pengeboman ditempat awam (publik) dan pembunuhan tanpa hak. Tetapi pengetahuan dan kemahiran tersebut adalah untuk membela Agama (Islam), Umat Islam, Umat manusia dan Negara.

  1. PRINSIP-PRINSIP PERJUANGAN JAMAAH ISLAMIYAH

Al-Jamaah Al-Islamiyah memiliki sebuah buku panduan organisasi yang bernama PUPJI (Pedoman Umum Perjuangan Al-Jamaah Al-Islamiyah). PUPJI adalah buku pedoman yang disusun secara umum dalam rangka memberikan gambaran sistematik gerak langkah jamaah yang terpadu antara nilai prinsipil (Islam) dan langkah-langkah kegiatan yang cermat, terarah dan teratur. Buku ini adalah buku pegangan para pengurus organisasi JI, seperti: Amir jamaah, pelaksana harian Amir (orang yang punya wewenang seperti Amir), anggota Markaziy (Majlis Qiyadah Markaziyah) atau Badan Pekerja Amir, pimpinan Mantiqiy dan anggota stafnya dan pimpinan Wakalah serta anggota stafnya.

Semua langkah pergerakan dalam organisasi disetiap tingkat pengurus harus disesuaikan dengan ketentuan yang telah ditetapkan dalam PUPJI, dengan harapan supaya prinsip dasar pengelolaan jamaah (organisasi) menjadi seragam dlm mewujudkan ketertiban yang sempurna. Disamping itu pelaksanaan PUPJI disesuaikan menurut keadaan setempat dan kebijakan pimpinan setempat, karena PUPJI adalah pedoman yang bersifat global dan garis besar sehingga memberikan kesempatan untuk berinisiatif kepada pengurus dan pelaksana di lapangan.

Tidak semua anggota JI mengetahui buku PUPJI tersebut, ia hanya diketahui oleh pimpinan atas saja, sedangkan anggota yang lain hanya dituntun dan diberi pengarahan sesuai dengan PUPJI tanpa mengetahui bahwa tuntunan dan pengarahan tersebut bersumber dari buku pedoman gerakan dakwah JI yaitu PUPJI.

Dalam pembukaan (muqodimah) buku PUPJI dijelaskan secara ringkas bahwa ada tiga poin mendasar yang menjadi ketentuan pokok hidup umat Islam dan juga menjadi dorongan terhadap organisasi JI untuk menyusun buku PUPJI yaitu :

-            Hidup adalah untuk beribadah kepada Allah Y. Keberadaan manusia dimuka bumi ini adalah untuk melaksanakan syariat Allah Y

-            Hidup didunia adalah ujian kepada manusia, yang menjadi ajang perseleksian hamba Allah yang paling baik amalannya

-            Mengingat kepada misi diutusnya para Nabi kemuka bumi adalah untuk menegakkan agama Islam

Diantara kandungan PUPJI tersebut ada yang dinamakan Ushulul Manhaj Al-Harokiy Li-Iqomatid Dien, yaitu pokok-pokok pedoman berharokah untuk menegakkan agama yang didalamnya terdapat sepuluh prinsip yang harus menjadi pegangan anggota JI dalam hidupnya. Prinsip-prinsip tersebut adalah sebagai berikut:

Prinsip pertama :

Tujuan kita hanyalah untuk mencari keridhoan Allah Y dengan cara yang ditetapkan oleh Allah Y dan RasulNya.

Prinsip kedua :

Aqidah kita adala aqidah Ahli Sunnah Wal Jamaah 'ala Minhajis Salafus Sholeh.

Prinsip ketiga :

Pemahaman kita tentang Islam adalah Syumul, mengikuti pemahaman As-Salafus Sholeh.

Prinsip keempat :

Sasaran perjuangan kita adalah memperhambakan manusia kepada Allah saja dengan menegakkan kembali khilafah di muka bumi.

Prinsip kelima :

Jalan kita adalah Iman, Hijrah dan Jihad fi sabilillah.

Prinsip keenam :

Bekal kita adalah :

- Ilmu dan Taqw

- Yakin dan Tawakal

- Syukur dan Sabar

- Hidup Zuhud dan mengutamakan Akhirat

- Cinta Jihad fi sabilillah dan Cinta Mati Syahid

Prinsip ketujuh :

Wala' kita kepada Allah Y, Rasulullah e dan Orang-orang yang beriman.

Prinsip kedelapan :

Musuh kita adalah Syaitan Jin dan Syaitan Manusia.

Prinsip kesembilan :

Ikatan Jama'ah kita berdasarkan atas kesamaan tujuan, aqidah dan pemahanam terhadap Ad-Dien (agama).

Prinsipp kesepuluh :

Pengamalan Islam kita adalah secara murni dan kaffah, dengan sistem jama'ah, kemudian Daulah, kemudian Khilafah.

  1. METODE MENEGAKKAN AGAMA MENURUT JAMAAH ISLAMIYAH

JI telah menyusun pedoman langkah-langkah dan tahapan-tahapan dalam pelaksanaan menegakkan agama yang disusun secara bertahap dalam bentuk garis besar yang mereka namakan Al-Manhaj Al-Harokiy Li-Iqomatid Dien (pedoman / metode berharokah untuk menegakkan Agama). Tahapan-tahapan tersebut disusun berdasarkan Ushulul Manhaj Al-Harokiy Li- Iqomatid Dien. Maksud dari menegakkan Agama adalah melaksanakan syariat Islam. Tahapan-tahapan tersebut secara garis besar terbagi tiga tahapan :

q       Persiapan untuk menegakkan Daulah.

Ada tiga hal yang harus dilaksanakan didalam tahapan ini yaitu Takwinul Jamaah (pembentukan jamaah), Takwinul Quwwah (pembentukan kekuatan) dan Istikhdamul Quwwah (penggunaan kekuatan). Pembentukan jamaah dimaksudkan untuk merekrut pimpinan dan tulang punggung jamaah yang akan melanjutkan perjuangan, pembinaan kerahasiaan organisasi dan pembinaan loyalitas dan ketegasan dalam berorganisasi.

Pembentukan Al-Qiyadah Ar-Rosyidah (kepemimpinan) adalah salah satu dari kegiatan pembinaan personal yaitu para anggota JI diberikan pengetahuan dan pendidikan agar terbina dan terbentuk sehingga memiliki jiwa kepemimpinan yang bertanggung jawab dan amanah, yang akan bermanfaat untuk dirinya, keluarganya, bangsanya dan umat Islam.

Pembentukan Qoidah Solabah juga merupakan salah satu dari bentuk kegiatan pembinaan personal. Pengetahuan dan pemahaman yang diberikan diharapkan dapat memperkokoh pendirian dan prinsip hidup anggota JI yang dengan sendirinya akan muncul tokoh-tokoh penerus atau anggota yang bisa diandalkan untuk membela perjuangan dan dakwah JI dengan penuh kesadaran dan keyakinan yang kuat.

Pembinaan Tandzim Sirri (organisasi rahasia), maksudnya adalah bahwa organisasi JI adalah sebuah organisasi rahasia dan tertutup. Dengan demikian maka semua kegiatan dan penataan orgnisasi haruslah memiliki unsur rahasia, setiap kegiatan yang dilaksanakan tidak lepas dari pengamanan dan kerahasiaan. Bahkan diantara sesama anggota pun diterapkan prinsip kerahasiaan ini, begitu juga informasi dan penjelasan suatu urusan tidak diberikan kepada sembarang anggota

Pembentukan kekuatan adalah pembinaan personal anggota JI dan pembinaan masyarakat yang bersifat dakwah, pendidikan dan hubungan antara organisasi (jamaah) yang kemudian dijalin kerjasama antar jamaah. Tahapan ini dilakukan sebelum tegaknya Daulah Islam.

Pembinaan Tajnid (ketentaraan). Program ini merupakan bagian dari program pembinaan Jihad. Para anggota JI diberikan program ini untuk mendidik kedisiplinan dan ketertiban dalam lingkup mekanisme kerja organisasi, dan juga dengan program Tajnid ini maka anggota JI akan memiliki pemikiran dan watak seorang tentara yang teguh terhadap perjuangannya. Diantara bentuk kegiatan dalam program ini adalah berkemah, olah raga, kegiatan indoor/outdoor, kajian materi kemiliteran, latihan kemiliteran, dan pengiriman anggota yang sudah terseleksi ketempat-tempat konflik baik didalam maupun diluar negri sebagai ajang latihan dan persiapan penegakan Daulah.

Tamwil (pendanaan) maksudnya yaitu JI berusaha untuk memiliki sumber pendanaan untuk menunjang misi perjuangan organisasi. Hal tersebut melalui kegiatan ekonomi dan pungutan sumbangan dari anggota, pendukung dan simpatisan.

Al amnu wal istikhbaroh. Al- amnu yang berarti aman dan tentram, sedangkan al istikhbaroh berarti mencari informasi dan memata-matai. Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk pengamanan organisasi dan untuk menjaga kesinambungan, begitu juga untuk menghindari ancaman bahaya dari pihak-pihak yang tidak menyukai organisasi JI.

Ad-Dakwah Al-Indzariyah yaitu seruan peringatan sebelum dilakukan aksi peperangan atau Jihad.

Pelaksanaan jihad fi sabilillah, yaitu perang dijalan Allah Y untuk memerangi musuh Allah dan RasulNya dengan jiwa, harta, lisan dan yang lainnya yang bisa digunakan. Dan yang dimaksud dengan musuh Allah dan RasulNya adalah orang-orang yang memulai perang untuk memerangi Agama Islam dan Umat Islam.

Jihad Musalaha yang berarti berjihad dengan menggunakan senjata, ketika Amir JI sudah mempermaklumkan atau mendeklarasikan perang atau membenarkan untuk ikut berperang membantu umat Islam, maka jihad Musalaha harus dilaksanakan, dan pelaksanaannya diatur sedemikian rupa agar sesuai dengan syariat Islam dan sesuai dengan strategi perang.

Pembinaan Qoidah Aminah, maksudnya adalah mewujudkan basis yang aman. JI berusaha untuk mendapatkan sebuah wilayah yang dapat dijadikan basis yang aman dari kekuasaan musuh atau bebas dari kekuasaan pemerintahan yang ada. Qoidah Aminah ini bertujuan menjadi basis dan pusat kegiatan JI yang bermula dari membentuk perkampungan dengan lingkungan yang islami dan melaksanakan syariat Islam. Namun hingga kini belum ada satu wilayah pun yang menjadi Qoidah Aminah.

q       Penegakan Daulah

Penegakan Daulah adalah tahapan setelah suatu wilayah dapat diterapkan atau dilaksanakan syariat Islam dan proses selanjutnya membangun administrasi kenegaraan, yang kemudian melakukan hubungan diplomatis antar negara. Sebuah Negara yang berlandaskan syariat Islam otomatis menjadi sebuah Daulah Islam atau sebuah Negara Islam yang selanjutnya dapat melangkah untuk menuju pembentukan sebuah Khilafah.

q       Penegakan Khilafah

Penegakan Khilafah dibentuk dari gabungan beberapa negara Islam yang bersatu dan bersepakat dibawah satu kepemimpinan.

bersambung......


* Guru MAIS, Garut.

Referensi:

-         Membongkar Jamaah Islamiyah, Pengakuan Mantan Anggota JI, Nasir Abas, Grafindo Khazanah Ilmu, November 2007.

-         Teroris Membajak Islam, Muhammad Haniff Hassan, Grafindo Khazanah Ilmu, Maret 2007.

-         Mereka Adalah Teroris, Al-Ustad Luqman bin Muhammad Ba'abduh, Pustaka Qaulan Sadida, 2005.

-         Majalah Al-Furqon, Edisi 4 Tahun III.

-         Swaramuslim.net For Izzatul Islam wal muslimin wal mu'minat, 21 Nov 2005 - 6:30 pm dan 15 Nov 2005 - 2:12 am.

-         Majmu Fatawa, Ibnu Taimiyah



Tambahkan artikel ini pada website Social Bookmarking favorit anda
Reddit! Del.icio.us! Mixx! Free and Open Source Software News Google! Live! Facebook! StumbleUpon! Yahoo! Free Joomla PHP extensions, software, information and tutorials.
Last Updated ( Sunday, 26 July 2009 19:08 )