Banner
Banner
Banner
Banner
Banner
Banner

Komentar Sahabat

Pluralisme Agama
apa pengertian anda tentang RAHMATALLIL ALAMIN
Dakwah Terbuka
Assalamualaikum.Wr.Wb. Apakah anda ingin mengetah...
Dakwah Terbuka
Apakah anda mengetahui makna dari pada ‘huruf’...
Dakwah Terbuka
Kalau Rasullullah SAW membenarkan 3 kali membaca Q...
Sejarah Singkat Ahma...
22.la vérité, malheureusement, pas uniforme. Voi...
Kesesatan-Kesesatan Ahmadiyah (Bag I) PDF Print E-mail
(2 votes, average: 1.50 out of 5)
Thursday, 07 May 2009 18:35

 
Oleh :Endang Sasmita, Lc
 


Mirza mengaku sebagai : Mujaddid, Al-Mahdi, Al-Masih, Nabi, Rasul dan pengakuan lainnya yang berkisar antara mujaddid hingga kenabian bahkan lebih tinggi dari kenabian…

ahmadiyah

P
ada pembahasan sebelumnya telah disebutkan tentang dasar-dasar ajaran Ahmadiyah secara global tanpa disertai dalil-dalil menurut mereka. Bahasan berikut ini akan membicarakan seputar kesesatan-kesesatan Ahmadiyah berikut dalil-dalil yang mereka jadikan hujjah dari kitab-kitab rujukan mereka. Pembahasan tentang hal ini disarikan dari kitab Al-Qodyani, Mu'taqadatuhu (Keyakinan Al- Qodyani) karya Syaikh Manzhur Ahmad dan kitab Al-Ahmadiyah, Aqo'id wa Ahdats (Ahmadiyah Kepercayaan-kepercayaan dan Pengalaman-pengalaman) karya Hasan bin Mahmud Audah mantan da'I Ahmadiyah dari Palestina.

A.    Pengakuan-Pengakuan Mirza Ghulam Ahmad Al-Qodyani

1. Pengakuannya sebagai : Mujaddid, Al-Mahdi, Al-Masih, Nabi, Rasul dan pengakuan lainnya yang berkisar antara mujaddid hingga kenabian bahkan lebih tinggi dari kenabian:

"Banyak hati telah mati, telah banyak dosa, sangat keras kesusahan, pada malam yang larut, dalam kegelapan yang pekat. Rahim Allah mengeluarkan cahaya langit. Akulah cahaya itu, Al-Mujaddid yang dapat perintah, hamba yang ditolong, Al-Mahdi yang dikenal, Al-Masih yang dijanjikan. Dan sesungguhnya aku berada dalam posisi yaang sangat mulia disisi Tuhanku, tak ada seorangpun yang mengetahuinya." (Khutbah Ilhamiyah. Ruhani Khazain 16/15 oleh Al-Qodiani).

"Kabar gembira buat kamu sekalian!. Telah datang kepadamu Al-Masih. Ia telah diusap Yang Maha Kuasa dan diberinya ucapan yang Fasih...Kebahagian untuk kamu! Telah datang kepadamu Al-Masih yang dikenal, membawa harta yang banyak, dan barang yang bertumpuk...Wahai sekalian manusia sesungguhnya aku adalah Al-Masih, Al- Muhammadi. Sesungguhnya aku Ahmad Al- Mahdi". (Khutbah Ilhamiyah. Ruhani Khazain 16/61).

"Akulah Al-Masih yang dijanjikan yang telah ditentukan kedatangannya diakhir zaman olah Allah Yang Maha Bijak. Akulah orang yang diberi ni'mat yang disebutkan dalam surat Al-Fatihah, pada saat muncul dua golongan tersebut". (Khutbah Ilhamiyah, Ruhani Khazain 16/179).

"Aku dijadikan sebagai Maryam dan aku menjadi Maryam selama dua tahun... Kemudian ditiupkan roh kepada Isa, sebagaimana ditiupkan kepada Maryam, lalu ia hamil dalam bentuk pinjaman, setelah beberapa bulan, tidak lebih dari sepuluh bulan, aku pisahkan Maryam dan aku dijadikan Isa. Dengan demikian jadilah aku putra Maryam". (Safinah Nuh 47,RK 19/50).

2. Pengakuannya bahwa ia memiliki sifat seperti sifat-sifat AllahY.

"Telah diberikan kepadaku untuk mematikan dan menghidupkan, dari Tuhan Yang Maha Besar". (Khutbah Ilhamiyah 55-56,RK 16).

إنما أمرك إذا أردت شيئا أن يقول له كن فيكون

"Sesungguhnya urusanmu jika kamu menghendaki sesuatu, hanya cukup mengatakan : Jadilah! Maka jadilah ia". (Tadzkirah 525,656,76. Haqiqah Al-Wahy 105,RK 22/108).

"Engkau dariKu seperti kedudukan mentauhidkanKu dan Mengesakan Aku". (Injam Atiham 51).

"Engkau dariKu dan Aku dariMu, punggungMu adalah punggungKu". (Tadzkirah 700).

3.  Pengakuannya bahwa dialah Allah.

"Aku bermimpi melihat diriku sebagai Allah, dan aku yakin bahwa aku ini adalah Allah...Sementara dalam mimpi aku mengatakan: Aku menginginkan sistem yang baru, langit yang baru, bumi yang baru, lalu berubahlah langit dan bumi secara global, tidak terpisahkan, dan tidak teratur, kemudian aku memisahkanya, dan mengaturnya sebagaimana yang dikehendaki oleh Allah. Aku merasakan dalam diriku bahwa akulah yang menciptakannya, kemudian aku menciptakan dunia lalu aku mengatakan:

إنا زينا السماء الدنيا بمصابيح

"Sesungguhnya Kami menghiasi langit pertama dengan lampu-lampu (bintang-bintang)".

"Kemudian Aku mengatakan: "Sekarang kami menciptakan manusia dari saripati tanah...dst..". (Ainah Kamalat Islam 564-565, RK 5).

4. Mensifati AllahY dengan sifat manusia.

Allah berfirman kepadaku:

"Sesungguhnya, aku akan shalat, shaum, berjaga malam dan tidur", (Tazdkirah 747. Al-Busyra 2/97).

Allah Ta'ala berfirman:

"Sesungguhnya Aku bersama Rasul, Aku penuhi (permintaan). Aku bersalah, Aku benar, sesungguhnya Aku bersama Rasul lagi Maha Meliputi". (Tadzkirah 474, Al-Busyra 2/97).

Dia mengatakan:

"Dalam keadaan kasyaf (melihat langsung), saya melihat diriku menyerahkan setumpuk kertas yang banyak kepada Allah Ta'ala ditandatangani. Dan memenuhi permohonan-permohonan yang aku ajukan. Aku melihat Allah menanda-tangani kertas-kertas tersebut dengan tinta merah. Pada saat kasyaf itu aku didampingi oleh salah seorang muridku yang bernama Abdullah, kemudian Allah menepiskan penaNya lalu meneteskan beberapa tetes tinta merah dipakaianku dan dipakaian Abdullah. Padahal ketika itu kita tidak punya tinta merah. Pakaian itu ada pada muridku Abdullah sampai sekarang". (Tiryaq Al-Qulub 69 RK 15/197. Haqiqah Al-Wahy 255, RK 22/267).

5. Mirza Ghulam Ahmad mengaku sebagai utusan AllahY.

"Aku bersumpah dengan Allah yang nyawaku dalan genggamanNya, Dialah yang mengutusku dan menamai aku Nabi dan memanggilku dengan nama Al-Masih yang dijanjikan. Dan Dialah yang menurunkan bukti-bukti untuk menunjukan kebenaran pengakuanku, yang jumlahnya mencapai tiga ratus ribu bukti". (Tatimmah Haqiqah Al-Wahy 68, RK 22/503).

6. Dia mengaku didatangi Jibril.

"Ali (Jibril) datang kepadaku lalu ia memilih dan memutar-mutar telunjuknya dan menunjuk aku dan mengatakan bahwa Allah menjagamu dari musuh". (Mawahib Ar-Rahman 66, RK 19/282).

7. Dia mengaku seperti Al-Qur,an.

" Dan tidaklah aku ini melainkan seperti Al-Qur,an". (Tadzkirah 688).

8. Dia mengaku menerima wahyu.

"Demi Allah Yang Maha Agung, aku beriman kepada wahyu sebagaimana aku beriman kepada Al-Qur,an dan kitab-kitab lainnya yang diturunkan dari langit. Aku percaya bahwa ucapan yang turun kapadaku berasal dari Allah, sebagaimana aku percaya Al-Qur,an itu turun dari sisiNya". (Haqiqah Al-Wahy 211,RK 20/220).

*Dosen Sekolah Tinggi Imam Syafi'I, Cilacap.



Tambahkan artikel ini pada website Social Bookmarking favorit anda
Reddit! Del.icio.us! Mixx! Free and Open Source Software News Google! Live! Facebook! StumbleUpon! Yahoo! Free Joomla PHP extensions, software, information and tutorials.
Trackback(0)
Komentar (0)add comment

Tulis komentar.
kecilkan | besarkan

busy
Last Updated ( Thursday, 04 June 2009 19:13 )