Banner
Banner
Banner
Banner
Banner
Banner

Komentar Sahabat

Pluralisme Agama
apa pengertian anda tentang RAHMATALLIL ALAMIN
Dakwah Terbuka
Assalamualaikum.Wr.Wb. Apakah anda ingin mengetah...
Dakwah Terbuka
Apakah anda mengetahui makna dari pada ‘huruf’...
Dakwah Terbuka
Kalau Rasullullah SAW membenarkan 3 kali membaca Q...
Sejarah Singkat Ahma...
22.la vérité, malheureusement, pas uniforme. Voi...
Sejarah Singkat Ahmadiyah PDF Print E-mail
(2 votes, average: 5.00 out of 5)
Wednesday, 01 April 2009 18:01

 
Oleh: Endang Sasmita, Lc*
 


Ahmadiyah sebuah agama baru dengan syari’at baru dan nabi yang baru yang mengajak orang-orang Islam dan yang lainnya untuk membenarkan pengakuaan Mirza Ghulam Ahmad Al-Qodyani bahwa ia adalah seorang “nabi” yang mengharamkan jihad melawaan penjajah Inggris dan mengajak orang-orang Islam agar loyal kepada penjajah…


wikimedia.org

P
erbincangan seputar Ahmadiyah di Indonesia, nampaknya belum akan berakhir meskipun MUI telah memfatwakan sesat terhadap kelompok ini dan SKB(Surat Keputusan Bersama) tiga menteri pun sudah diterbitkan terkait dengan pengaturan aktivitas Ahmadiyah, namun kenyataannya mereka tetap saja eksis dan tetap melakukan berbagai aktivitasnya, sehingga memunculkan berbagai reaksi dari berbagai elemen masyarakat seperti FUI (Forum Umat Islam) dan yang lainnya yang menuntut kepada pemerintah untuk membubarkan dan membekukan Ahmadiyah secara total dan permanen.
Ahmadiyah adalah salah satu sekte yang mempropagandakan dirinya sebagai sekte yang selamat dan merupakan simbol sejati agama ini, dan ia dikenal juga dengan nama Al-Qodiyaniyah dan Al-Mirzaiyah, bahkan sekarang ia menamakan dirinya Jemaat Islam Ahmadiyah. Sekte ini sangat gigih menyebarkan propagandanya dengan berbagai sarana; diantaranya melalui saluran satelit dan jaringan internet yang semua itu dibawah pengarahan Khalifah yang berdomisili di London semenjak tahun 1995.(Ahmadiyah, kepercayaan-kepercayaan dan pengalaman-pengalaman hal.9).

Latar Belakang dan Tujuannya.

Faktor yang menjadi latar belakang berdirinya Jemaat Ahmadiyah -menurut Ahmadiyah- adalah keadaan dunia menjelang lahirnya Ahmadiyah diliputi berbagai keburukan, immoralitas(dekadensi moral) dan mementingkan urusan duniawi daripada agama. Selain itu didunia pada waktu itu tidak ada yang dapat disebut satu Jemaat Islam (Mirza Bashirudin Mahmud Ahmad,1985:31,32&42).( Ahmadiyah dan pembajakan Al-Qur an).
Tujuan didirikannya Ahmadiyah adalah untuk memperbaiki kehidupan agama orang-orang islam dan mempersatukan umat islam (Mirza Bashirudin Mahmud Ahmad,1985:33-34).Tujuan tersebut sejalan dengan tugas yang oleh Mirza Ghulam Ahmad dikatakan berdasarkan wahyu yang diterimanya yaitu menghidupkan agama dan menegakkan syariat Islam (PB JAI,1984,1).
Setidaknya itulah tujuan berdirinya Ahmadiyah menurut versi mereka.

Padahal semua orang yang memperhatikan sekte ini mengetahui bahwa Ahmadiyah berdiri atas rekayasa politik kolonial Inggris yang bertujuan untuk mengukuhkan nafsu imperialismenya di dataran benua India dengan cara menjauhkan kaum muslimin dari ikatan agamanya yang suci.

Maka berdirilah Ahmadiyah sebuah agama baru dengan syari’at baru dan nabi yang baru yang mengajak orang-orang Islam dan yang lainnya untuk membenarkan pengakuaan Mirza Ghulam Ahmad Al-Qodyani bahwa ia adalah seorang “nabi” yang mengharamkan jihad melawaan penjajah Inggris dan mengajak orang-orang Islam agar loyal kepada penjajah.

Pendiri Ahmadiyah.

Ajaran Ahmadiyah ini didirikan oleh seorang Qodyan Hadhrat Mirza Ghulam Ahmad bin Mirza Ghulam Murtadho, pada tanggal 23 maret 1889 M disebuah kota yang bernama Ludhiana di Punjab India, negeri ini oleh orang-orang ahmadi disebut  “Darul Baiat”.(Ahmadiyah,kepercayaan-kepercayaan dan pengalaman-pengalaman hal.11).
Mirza Ghulam Ahmad mengaku berasal dari orang-orang asli yang terhormat, keturunan Persia dan keturunan Fatimah binti Muhammad dari Ahlul bait Nabi. Namun sesungguhnya ia lahir dari keluarga pengkhianat agama dan negaranya sendiri yang hidupnya dihabiskan untuk mengabdi kepada penjajah Inggris.(Al-Mausu’ah al-Muyassaroh hal.419)
Mirza Ghulam Ahmad lahir pada hari jum’at tanggal 13 Pebruari 1835/ 14 Syawal 1256H dan meninggal tanggal 26 Mei 1908M di Lahore dan dikuburkan di Qodian. (PB JAI 1984,17 dan Syafi R Batuah,1980:7) (Ahmadiyah dan pembajakan Al-Qur,an hal.196). Direferensi lain kebanyakan menyebutkan kelahiran Mirza Ghulam Ahmad pada tahun 1839 M, seperti dalam kitab Al-Mausu’ah al-Muyassaroh jilid 1 halaman 419.
Mirza Ghulam Ahmad menyampaikan beberapa pengakuan palsu secara bertahap yang sangat diyakini oleh pengikut dan jamaahnya. Pertama ia mengaku sebagai Mujaddid (pembaharu), kemudian mengaku sebagai Imam Mahdi yang ditunggu-tunggu dan Al-Masih yang dijanjikan yang keduanya akan muncul diakhir zaman seperti halnya yang telah diberitakan dalam riwayat-riwayat yang shahih, kemudian tahapan berikutnya ia mengaku sebagai Nabi dan Rasul yang tidak membawa syari’at, kemudian langkah berikutnya ia mengaku sebagai Nabi dan Rasul yang membawa syariat, menerima wahyu seperti Al-Qur'an dan mengutip beberapa ayat dari Al-Qur'anul Karim dan ia terapkan pada dirinya. Kemudian ia mulai meniru mu’jizat-mu’jizat penutup Nabi. Nabi kita Muhammad, ia jadikan masjidnya sebagai masjid Al-Aqsho, dan desanya sebagai Makkah Al-Masih, ia menjadikan Lahore sebagai Madinah dan menara masjidnya diberi nama Menara Al-Masih, ia membangun pemakaman yang diberi nama Pemakaman Jamaah (surga). Semua yang dimakamkan disana adalah ahli surga. Ia menghina Isa bin Maryam dengan penghinaan yang merobek hati, padahal tidak ada seorang nabi pun yang mengkafirkan sesama nabi. (lihat ajaran dan kesesatan Ahmadiyah) (Keyakinan Al-Qodyani X1V).

Namun ironisnya ia justru memuji dan menyanjung pemerintahan Inggris dengan menyebutkan bahwa pemerintahan Inggris adalah naungan Allah dibumi, dan bahwa Ahmadiyah Al-Qodyaniyah adalah pohon yang ditanam oleh Inggris. (keyakinan Al-Qodyani hal. 25)


Dengan demikian, jelaslah bahwa Amadiyah berdiri atas kehendak dan bantuan Kolonial Inggris untuk melumpuhkan pergerakan jihad para pejuang kaum Muslimin, dan Mirza Ghulam Ahmad berhasil dijadikan budak dan anteknya yang mengabdi untuk kepentingan Inggris, agar kaum Muslimin sibuk menghadapinya dan terkuras energinya untuk jihad melawan Inggris. Sebagai imbalannya, Inggrispun memberikan hadiah yang sangat banyak dan mendukung akting Mirza Ghulam Ahmad yang akhirnya mengaku Nabi.    
Kekhalifahan.
Setelah Mirza Ghulam Ahmad meninggal dunia tahun 1908M, kepemimpinan Ahmadiyah dilanjutkan oleh Hadhrat Hafiz H. Hakim Nuruddin selaku Khalifah 1 hingga meninggal tahun 1914M. Selanjutnya dipilih Khalifah II Mirza Bashiruddin Mahmud Ahmad yang memangku jabatan tersebut dari tahun 1914 hingga 1965M. Kemudian ia digantikan oleh Khalifah III Hadhrat Hafiz Nasir Ahmad yang meninggal dunia tahun 1982M. Selanjutnya kekhalifahan dijabat oleh Khalifah 1V Hadhrat Mirza Taher Ahmad hingga sekarang(PB JAI, 1988:4).
Menurut Jemaat Ahmadiyah bahwa khalifah atau jabatan kekhalifahan harus tetap ada hingga hari kiamat (Syafi R Batuah,1980:8).

Organisasi Jemaat.

Dalam Periode Khalifah 1 Hadhrat H. Hakim Nuruddin para pengikut Mirza Ghulam Ahmad terhimpun dalam sebuah organisasi yang dinamakan Jemaat Ahmadiyah. Adakalanya disebut orang-orang Ahmadi (PB JAI, 1984:17) dan (PB JAI, 1988:13). Sepeninggal  khalifah tersebut pengikut Ahmadiyah terbagi dua, yang kemudian dikenal dengan Ahmadiyah Qodian dan Ahmadiyah Lahore.
Sebab utama perpecahan jemaat tersebut karena perbedaan pandangan. Menurut kalangan Ahmadiyah Qodian  bahwa perpecahan jemaat Ahmadiyah karena ketidak-setujuan sementara tokoh Ahmadiyah terhadap pengangkatan Khalifah II, yaitu Mirza Bashiruddin Mahmud Ahmad. Diantaranya Mualvi Muhammad Ali dan Khawajah Kamaluddin. Mereka menghendaki Muhammad Ali menjadi Khalifah Masih II. Namun dalam pemilihan khalifah tersebut mereka hanya memperoleh dukungan suara sedikit (minoritas). Karena kekalahan itu, akhirnya mereka memisahkan diri dan pindah ke Lahore dengan membentuk gerakan dibawah pimpinan Mualvi Muhammad Ali, yang diberi nama Anjuman Ishaat Islam(Syafi R. Batuah, 1980 : 19).
Menurut kalangan Ahmadiyah Lahore bahwa perpecahan Jemaat Ahmadiyah adalah karena perbedaan pendapat tentang ketokohan Mirza Ghulam Ahmad. Dalam pandangan Ahmadiyah Lahore, Mirza Ghulam Ahmad adalah Mujaddid (Pembaharu) dan bukan Nabi sebagaimana diyakini jemaat Ahmadiyah Qodian (Gerakan Ahmadiyah Lahore, 1983:4). Sekalipun demikian seperti yang dikatakan Syafi R Batuah bahwa sebelum tahun 1914M keyakinan Muhamad Ali dan Khawajah Kamaluddin sama dengan orang-orang Ahmadiyah lain tentang kenabian dan kerasulan Mirza Ghulam Ahmad (Syafi R Batuah, 1980:20).
Jemaat Ahmadiyah di Indonesia.
Pada masa Khalifah II Mirza Bashiruddin Mahmud Ahmad, Jemaat Ahmadiyah mulai mengembangkan fahamnya ke pelbagai negara, termasuk ke Indonesia, yang dibawa oleh seorang mubaligh Khawajah Kamaluddin pada tahun 1922M (Ahmad Nuruddin, 1975:39). Diantara hasil dakwahnya adalah Ahmad Nuruddin bersama beberapa orang dari Perguruan Sumatra Thawalib. Mereka kemudian melanjutkan studi ke Lahore dan ke Qodian. Atas permohonan mereka, seorang mubaligh Ahmadiyah bernama Maulana Rahmat Ali diutus ke Indonesia pada tahun 1925M.
Pada awalnya jemaat Ahmadiyah di Indonesia diberi nama Anjuman Ahmadiyah Qodian Departemen Indonesia, kemudian diganti nama dengan Jemaat Ahmadiyah Indonesia (JAI). JAI adalah bagian Jemaat Ahmadiyah yang semula berpusat di Qodian, India, tetapi sesudah tahun 1947M berpusat di Rabwah, Pakistan (Anggaran jemaat Ahmadiyah Indonesia, 1953:3&5). Kini Ahmadiyah dibawah pimpinan Khalifah IV Hadhrat Mirza Thaher Ahmad menggantikan Khalifah III Hadhrat Mirza Nasir Ahmad yang meninggal tahun 1982M. Kedudukan pimpinan pusat Jamaat Ahmadiyah adalah di London, Inggris (Panji Masyarakat, No 804/XXXIV tanggal 21-30 September 1994).
Jemaat Ahmadiyah Indonesia (JAI) berdiri tahun 1925M (AD 1953:6). Sedangkan Gerakan Ahmadiyah Lahore Indonesia (GAI) berdiri tanggal 28 September 1929M (AD Pasal I).
Jemaat Ahmadiyah Indonesia terdaftar sebagai Badan Hukum Departemen Kehakiman RI dengan surat No. J.A.5/23/137 tanggal 3 Maret 1953, dan dimuat dalam Tambahan Berita Negara RI No. 26 tanggal 31 Mater 1953. (Ahmadiyah dan Pembajakan Al-Qur,an hal.195-198).

*Dosen Sekolah Tinggi Imam Syafii, Cilacap



Tambahkan artikel ini pada website Social Bookmarking favorit anda
Reddit! Del.icio.us! Mixx! Free and Open Source Software News Google! Live! Facebook! StumbleUpon! Yahoo! Free Joomla PHP extensions, software, information and tutorials.
Trackback(0)
Komentar (1)add comment
0
dsgf: ...
22.la vérité, malheureusement, pas uniforme. Voici la vérité, obtenir vous-même — par exemple SHOX R2 hejia village – il est erroné. Ce qui est de toutes les difficultés, ici : il comprenait ici également savoir il il appartient ici NIKE TN appartient également à Peter. Entre temps, il voulait toujours faire à propos de questions à choix alternatif. Enfin écouté PUMA CHAUSSURES pour quelle nation Konishi, n'a pas passer à la concurrence, fondée sur le fait que même dans ce cas à domicile toute la journée et ce qui n'est pas sec nid, enfants peuvent ne pas pouvoir rester compétitif, vous voulez vraiment aller, les enfants doivent être. Deux des compromis, ne peut être NIKE TN assurées d'enfants, comment se rendre à l'étape
1

August 18, 2010
Vote: +0

Tulis komentar.
kecilkan | besarkan

busy
Last Updated ( Wednesday, 01 April 2009 23:14 )