Banner
Banner
Banner
Banner
Banner
Banner

Komentar Sahabat

Pluralisme Agama
apa pengertian anda tentang RAHMATALLIL ALAMIN
Dakwah Terbuka
Assalamualaikum.Wr.Wb. Apakah anda ingin mengetah...
Dakwah Terbuka
Apakah anda mengetahui makna dari pada ‘huruf’...
Dakwah Terbuka
Kalau Rasullullah SAW membenarkan 3 kali membaca Q...
Sejarah Singkat Ahma...
22.la vérité, malheureusement, pas uniforme. Voi...
Ahmadiyah
Kesesatan-Kesesatan Ahmadiyah (Bag II) PDF Print E-mail
(4 votes, average: 3.50 out of 5)
Thursday, 04 June 2009 18:37

 
Oleh :Endang Sasmita, Lc
 

Inilah sebagian dari kesesatan-kesesatan Ahmadiyah yang begitu jelas sekali bertolak belakang dengan syari'at Islam yang mulia ini, seperti yang diakui oleh Mirza Ghulam Ahmad sendiri dalam pernyataannya bahwa syari'at yang ia bawa berbeda dengan syari'atnya orang Islam...



B. KEYAKINAN-KEYAKINAN DAN TUDUHAN-TUDUHAN DUSTA MIRZA GHULAM AHMAD TERHADAP NABI ISA  DAN IBUNDANYA MARYAM .

1. Keyakinannya terhadap Nabi Isa bahwa beliau telah wafat dan tidak hidup.

Kesesatan Ahmadiyah"...Dan sesungguhnya Isa telah wafat dan tidak hidup seperti kehidupanmu"(Tuhfatun Nadwah 1. RK 19/89)

" Adapun turunnya Isa dari langit, kami telah menyimpulkan bahwa itu bathil, dalam kitab kami Al-Hamamah. Dan kesimpulannya ialah bahwa kita tidak menemukan hal itu dalam Al-Qur,an selain wafatnya (Isa) saja".(Nurul Haq 1/51. Ainah Kamalat Islam 561. RK 8/69)

" Termasuk kurang akhlaq jika dikatakan bahwa Isa tidak mati. Ini adalah syirik besar..."(Lampiran Haqiqotul wahy.Al-Istifta, 39. RK 22/660)

2. Tuduhannya terhadap Maryam 'alaihassalam.

" Dan bukanlah aib bagi gadis-gadis untuk bertemu dan bergaul bebas dengan tunangan-tunangan mereka. Buktinya pergaulan bebas antara Maryam dengan tunangannya Yusuf, keduanya berjalan bersama diluar rumah sebelum nikah. Ini adalah bukti benar atas pernyataan tadi".(Footnote Ayyam Ash-Shulh66. RK 14/300)

3. Penghinaannya terhadap Nabi Isa.

" Sesungguhnya Allah mengutus dari umat ini Al-Masih yang lebih besar kemuliannya dari Al-Masih yang pertama dengan beberapa tingkatan. Demi Allah yang jiwaku ditangan-Nya sekiranya Isa bin Maryam hidup pada zamanku ini niscaya ia tidak dapat melakukan apa yang aku lakukan dan ia tidak sanggup menampakkan ayat-ayat dan bukti-bukti seperti yang aku nampakkan".(Haqiqoh Al-Wahy 148. RK 22/152)

" Saya melihat bahwa Al-Masih itu tidak meninggalkan minum khomr".(Riviu of Religion 1/172. RK 10/296)

4. Tuduhannya bahwa Dajjal adalah putera Maryam dan Nabi belum mengetahuinya.

" Kami berhak untuk mengatakan bahwa putera Maryam Ad-Dajjal, Keledai, demikian pula Ya,juj dan Ma,juj, binatang bumi (yang akan muncul menjelang kiamat), belum tersingkap hakekat yang sesungguhnya terhadap Nabi dan beliau belum mengetahui yang sebenarnya".(Izalah Awham 282)

5. Ucapannya tentang Ya,juj dan Ma,juj.

" Yang dimaksud dengan Ya,juj dan Ma,juj ialah Rusia dan Inggris".(Syahadah Al-Qur,an 24. RK 6/320)

6. Keyakinannya pada Al-Qodian Desa kelahirannya sebagai tanah haram.

"Sesungguhnya bumi Al-Qodian berhaq untuk dihargai, karena menyerang dia sama dengan menyerang tanah haram"(Terjemahan). (Durr Tsamin 52)

"Al-Qur'anul Karim telah menyebutkan tiga nama daerah dengan sebutan penghargaan dan penghormatan yaitu: Makkah, Madinah, dan Qodiyan". (Footnote Izalah Al-Awham 77, RK 3/140).

"Al-Qodian adalah Ummul Qura (pusat bumi) maka barang siapa yang terputus darinya ia diputuskan dan ditolak, maka hindarilah bahwa kamu diputuskan dan ditolak. Buktinya, telah terputus buah-buah Makkah dan buah-buah Madinah, tapi buah-buah Al-Qodian masih tetap ranum/ segar". (Haqiqah Ar-Ru'ya 46).

"Orang yang berziarah ke kubah Al-Masih yang dijanjikan (Al-Qodian) yang putih, ia mendapatkan berkah yang khusus untuk kubah hijau Nabi di Madinah. Alangkah celakanya orang yang tidak mendapatkan kenikmatan ini dalam haji akbar di Qodian". (koran Al-Fadhl 18 Desember 1922).

"Dari Ghulam Ahmad Al-Qodiani: Sesungguhnya orang yang tidak datang ke Qodian, saya khawatirkan imannya". (Anwar Khilafat 117 oleh putra Al-Qodiani).

7. Keyakinannya Tentang Haji.

" Muktamar tahunan kita adalah haji. Dan sesungguhnya Allah memilih tempat untuk haji di Al-Qodian... terlarang disana untuk berkata kotor, fasik dan berbantahan". (Barabet Al-Khilafat 705 oleh putra Al-Qodiani).

"Tak ada Islam tanpa Iman pada Ghulam Al-Qodiani dan tak ada haji tanpa kehadiaran di mukatamar Al-Qodiani. Haji ke Makkah tidak menjalankan misinya dan tidak mencapai tugasnya". (koran Al-Qodianiyah Bigham Shulk 19 April 1933).

"Sesungguhnya sekedar tinggal di Al-Qodian saja, lebih baik dari pada haji sunnah". (Ainah Kamalat Islam 352,RK 5).

C. MIRZA GHULAM AHMAD DAN PEMERINTAHAN INGGRIS.

1. Menyerahkan wala(loyalitas)nya kepada pemerintahan Inggris dan upayanya dalam mendukung penjajah tersebut.

"Saya telah menghabiskan sebagian besar hidupku dalam mendukung pemerintah Inggris dan saya telah menulis buku dan selebaran tentang larangan jihad dan kewajiban mentaati Ulil Amri "Inggris" yang jumlahnya sekiranya dikumpulkan niscaya akan memenuhi lima puluh lemari buku. Buku dan tulisan tersebut tersebar di negara-negara Arab, Mesir Syam dan Turki. Tujuanku selamanya ialah agar umat Islam loyal kepada pemerintah ini, dan kita hapuskan dari hati mereka pemahaman tentang Al-Mahdi si pembunuh dan Al-Masih si tukang jagal, dan seluruh hukum yang membangkitkan dalam diri mereka semangat jihad yang merusak hati orang-orang bodoh". (Tiryaq Al-Qulub 27,RK 15/155).

2. Dia mengaku bahwa negara(Inggris) adalah pelindungnya dan pelindung     Jamaahnya.

"Saya mengetahui bahwasanya Allah telah menjadikan pemerintah Inggris sebagai pelindungku dan tempat tinggalku dan Jemaahku dengan KaruniaNya yang khusus. Keamanan yang ada pada kita dibawah naungan pemerintah ini tidak mungkin terwujud di Makkah Al-Mukarromah dan di Al-Madinnah Al-Munawarroh". (Tiryaq Al-Qulub 28,RK 15/156).

3. Pohon ini ditanam oleh tangan pemerintah Inggris.

"Dan sesungguhnya para pejabat Inggris memperlakukan saya dan kelompokku dengan kasih sayang khusus dan perhatian penuh karena tidak pernah terlambat dalam memberikan pengorbanan, baik dengan jiwa maupun darah, untukmu Inggris". (Tablig Risalat 27/21, Majmu'ah Isytiharat 21).

4. Madzhab dan aqidahnya.

"Telah terbukti dari tempat tinggalku yang Islami selama tujuh belas tahun bahwa saya ini setia dan loyal terhadap pemerintah Inggris dari lubuk hati yang paling dalam. Ketaatan kepada pemerintah dan cinta kepada sesama adalah Aqidahku".

"Aqidah ini saya masukan dalam syarat-syarat bai'at bagi pengikutku dan muridku. Dan saya sebutkan aqidah ini secara jelas pada poin keempat dalam Risalah syarat-syarat bai'at yang dibagikan kepada seluruh pengikut dan muridku". (Isytihar wajib Izhar, lampiran kitab Al-Bariyah 10, RK 13/10).

D. MIRZA GHULAM AHMAD MENGHAPUS SYARI'AT JIHAD.

"Sesungguhnya Allah telah meringankan secara bertahap kekerasan jihad yaitu perang dijalan Allah. Pada zaman Nabi Musa dibolehkan membunuh anak-anak, lalu pada zaman Nabi Muhammad Shallalahu Alaihi Wasallam dihapuskan bolehnya membunuh anak-anak, orang tua dan wanita. Kemudian pada zamanku dihapuskanlah jihad itu sama sekali". (Footnote arba'in 4/101,RK 12/443).

"Bahkan barangsiapa yang berjihad dijalan Allah sekarang, maka ia adalah musuh Allah, ingkar terhadap nabi yang meyakini hal ini". (Terjemah bait sya'ir dalam bahasa urdu dalam kitab Tahta Al-Kolrowiyah 39).

E. PENGKAFIRAN ORANG YANG TIDAK PERCAYA KEPADA MIRZA GHULAM AHMAD.

"Semua umat Islam yang belum masuk kedalam bai'at Al-Masih yang dijanjikan (Al-Qodiani), baik mereka yang telah mendengar nama Ghulam Ahmad, maupun mereka yang belum mendengarkannya, seluruhnya orang kafir, keluar dari agama Islam". (Ainah Shadaqat 35, oleh putra Al-Qodini dan khalifahnya yang kedua Mirza Bashiruddin Mahmud Ahmad).

F. NIKAH DENGAN SELAIN ORANG AHMADIYAH ADALAH KEKUFURAN.

"Seorang Qodiani tidak diperbolehkan menikahkan putrinya dengan bukan orang Qodiani. Peraturan Al-Masih yang dijanjikan Al-Qodiani ini adalah peraturan yang pasti".

"Barang siapa yang menyerahkan putrinya kepada umat Islam, diusir dari Jamaah dan ia telah kafir". (Koran Al-Fadhl 4 Mei 1922).

G. SHALAT DIBELAKANG SELAIN AHMADIYAH HARAM MUTLAK.

"Inilah madzhabku yang terkenal yaitu bahwa kamu tidak diperbolehkan shalat dibelakang seseorang yang bukan Qodiani, bagaimanapun kondisinya, siapapun dia dan meskipun ia dipuji oleh orang banyak. Ini adalah hukum Allah, ini yang dikehendaki oleh Allah. Orang yang meragukan hal ini termasuk orang yang mendustakan, sedang Allah akan memisahkan kamu dengan mereka". (Malfuzhat Al-Qodiani, Al-Fadhl 28 Agustus 1917).

H. TIDAK DIBOLEHKAN MENSHALATI JENAZAH UMAT ISLAM  MESKIPUN ANAK-ANAK.

"Apakah boleh Shalat jenazah anak-anak muslim? Saya mengatakan: Tidak boleh, sebagaimana tidak bolehnya shalat atas anak-anak Hindu, anak-anak Kristen, karena madzhab anak mengikuti madzhab orang tuanya". (Anwar Khilafat 93, Khilafah kedua).

"Putra sulung Al-Masih yang dijanjikan (yang mengaku nabi) dari Istri pertamanya bernama Fadhl Ahmad,tidak dishalati oleh ayah kandungnya sendiri, karena ia tidak percaya pada pengakuan ayahnya, meskipun ia taat kepadanya dalam urusan-urusan duniawi". (Anwar Khilafat 91. Koran Al-Fadhl 7 juli 1943).

I. MENJUAL SERTIFIKAT PEKUBURAN SURGA BAGI AL-MUSHI (orang-orang yang bejanji menyerahkan minimal 10% dari penghasilan mereka kepada administrasi Ahmadiyah dan berwasiat dengan meninggalkan 10% dari harta mereka untuk administrasi Ahmadiyah ini).

" Tuhanku telah mewahyukan kepadaku menunjuk sebidang tanah, katanya: Inilah tanah yang dibawahnya surga, siapa saja yang dikubur didalamnya, masuk surga dengan penuh kedamaian". (Qodianiat An Analytical Survey, hal.251, Prof. Dr. Ehsan Zaheer, Penerbit: Idara Tarjuman Al-Sunnah, Lahore)

" Semua pekuburan yang ada dibumi tidak dapat menandingi tanah pekuburan itu".{Tadzkiroh 707)

Demikianlah sebagian dari kesesatan-kesesatan Ahmadiyah yang bisa diketengahkan kepada pembaca yang budiman yang begitu jelas dan nampak sekali bertolak belakangnya 180 derajat dengan syari'at Islam yang mulia ini, seperti yang diakui oleh Mirza Ghulam Ahmad sendiri dalam pernyataannya bahwa syari'at yang ia bawa berbeda dengan syari'atnya orang Islam, ia mengatakan:

" Sesungguhnya kami berbeda dengan umat Islam dalam segala hal, dalam hal Allah, Rasul, Qur'an, Sembahyang, Haji, Zakat. Dan antara kita dengan mereka terdapat perbedaan yang prinsipil pada semua hal diatas".(Al-Fadl 30 Juli 1931)(Gerakan pengrusak Qodiyanisme hal 30)

Inilah sekilas seputar Ahmadiyah; sejarahnya, dasar-dasar ajarannya dan kesesatan-kesesatannya yang dapat kami sarikan dari berbagai referensi.

*Dosen Sekolah Tinggi Imam Syafi'i, Cilacap.


Referensi:

  1. Al-Mausu'ah Al-Muyassaroh fil Adyan wal Madzahib wal-Ahzab al-Mu'ashiroh/WAMY 1418 H.
  2. Al-Ahmadiyah, Aqo'id wa Ahdats(Ahmadiyah kepercayaan-kepercayaan dan pengalaman-pengalaman)/Hasan bin Mahmud Audah.LPPI 2002 M..
  3. Al-Qodyani, Mu'taqodatuhu(Keyakinan Al-Qodiani)/Asy-Syaikh Manzhur Ahmad Chinioti Pakistani.LPPI 2002 M.
  4. Al-Qodyaniyah(Gerakan Pengrusak Qodiyanisme)/Abul Hasan An-Nadwy, Abul'Ala Al-Mawdudi, Moh. Khudr Husein.Robithoh Alam Islami tanpa tahun.


Tambahkan artikel ini pada website Social Bookmarking favorit anda
Reddit! Del.icio.us! Mixx! Free and Open Source Software News Google! Live! Facebook! StumbleUpon! Yahoo! Free Joomla PHP extensions, software, information and tutorials.
Last Updated ( Friday, 05 June 2009 07:27 )
 
<< Start < Prev 1 2 3 4 Next > End >>

Page 1 of 4